Jakarta (ANTARA) - Samsung memperbarui fitur keamanan di perangkat pintar besutannya yaitu Samsung Galaxy baik di tablet dan juga ponsel pintar sehingga mampu membantu penggunanya mengatur privasi dan transparansi data.

Pembaruan itu dibawa melalui sistem operasi terbaru bernama One UI 5 yang menghadirkan secara khusus dashboard keamanan dan privasi (Security and Privacy Dashboard).

Baca juga: Tiga fitur ponsel yang jarang diketahui

Dalam siaran pers Samsung, Kamis, pembaruan itu memungkinkan pengguna mengubah pengaturan berbagi data dengan para pengelola aplikasi dengan lebih cepat dan mudah.

Berikut empat pemberian izin dan akses kepada pengelola aplikasi yang bisa diatur lebih mudah oleh pemilik perangkat Samsung Galaxy dengan One UI 5.

Kelola iklan dengan mudah

Dengan tren belanja online yang terus meningkat, begitu banyak aplikasi, iklan, dan rekomendasi yang dapat membanjiri konsumen dengan cepat lewat perangkat pintarnya.

Bagi anda yang memilih agar tidak diserbu iklan-iklan digital, maka anda bisa menggunakan fitur kelola iklan dengan mudah lewat Security and Privacy Dashboard.

Setelah membuka dashboard keamanan anda lalu harus memilih tab "Privacy", lalu buka menu "Ads" dan pilih “Delete AD ID”.


Baca juga: Samsung Galaxy A33 5G unggulkan pengalaman "gaming" dengan ragam fitur

Kontrol izin dan mikrofon dengan mudah

Ada banyak bentuk data yang perlu melewati tahapan verifikasi ketika pengguna menggunakan sebuah aplikasi.

Salah satunya seperti izin mengakses kamera, galeri, hingga mikrofon.

Agar mempermudah kelola izin dan mikrofon dengan mudah, anda bisa kembali mengaturnya di menu "Privacy" di Security and Privacy Dashboard.

Pengguna bisa memilih opsi untuk mengizinkan aplikasi mengakses mikrofon maupun kamera ketika aplikasi digunakan saja atau bahkan tidak sama sekali.

Dengan demikian keamanan privasi pengguna perangkat Samsung Galaxy bisa lebih terjaga dan terkontrol dengan baik.

Kelola layanan berbasis lokasi dengan lebih aman

Salah satu data penting lainnya dalam penggunaan aplikasi di ponsel pintar ialah data lokasi.

Dengan mengetahui lokasi, aplikasi idealnya bisa menyarankan pengguna terhubung dengan layanan yang lebih baik.

Kini hampir seluruh aplikasi meminta akses lokasi untuk digunakan oleh pengguna.

Untuk mengelolanya dengan lebih aman, anda bisa masuk ke pilihan "Privacy" di Security and Privacy Dashboard.

Pada opsi itu pengguna bisa melihat aplikasi mana saja yang telah melacak lokasinya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Pengguna dapat dengan cepat memilih pengaturan baru, seperti membagikan lokasi hanya saat menggunakan aplikasi untuk hal-hal penting seperti transportasi online atau tidak sama sekali.

Dengan mengubah pengaturan berdasarkan preferensi individu, pengguna juga dapat menonaktifkan pelacakan lokasi yang presisi dan dapat memberikan izin untuk pelacakan perkiraan lokasi.

Menjaga pembaruan preferensi aplikasi

Tidak sedikit pengguna mengunduh aplikasi untuk aktivitas tertentu, kemudian membiarkannya terpasang dan tidak digunakan untuk jangka waktu lama.

Kondisi ini kerap kali tidak disadari dan mungkin pengguna telah memberikan izin terhadap pelacakan data dan aktivitas mereka berbulan-bulan lewat aplikasi tersebut.

Untuk mencegah aplikasi mengakses lebih banyak data dari yang diperlukan, perangkat Galaxy secara proaktif melindungi privasi pengguna dengan menghapus izin dari aplikasi yang sudah tidak digunakan.

Jika pengguna ingin memulihkan pemberian izin, Security and Privacy Dashboard memudahkan pengguna melakukannya sesuai keinginan.


Baca juga: Dana Rp3-6 jutaan? Ini deretan ponsel keluaran 2022

Baca juga: Samsung tambah produksi "chip" mulai tahun depan

Baca juga: Kemarin, Susan Sameh rayakan Hari Ibu hingga Galaxy A74 tak rilis

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022