Singapura (ANTARA) - Dolar AS menemukan beberapa dukungan di awal sesi Asia pada perdagangan Rabu pagi, setelah inflasi AS yang sangat tinggi menunjukkan suku bunga akan tetap tinggi lebih lama dari yang diharapkan investor.

Indeks Harga Konsumen (IHK) utama mencapai 0,5 persen pada Januari sebagian besar karena biaya sewa dan makanan yang lebih tinggi. Itu sejalan dengan perkiraan, meskipun angka tahunan 6,4 persen sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan dan para pedagang sibuk membatalkan taruhan pada penurunan suku bunga menjelang akhir tahun 2023.

Dolar AS naik ke level tertinggi enam minggu di 133,30 yen dan duduk tidak jauh di bawahnya di 132,73 di awal sesi Asia. Pasangan mata uang lainnya sedikit lebih tidak stabil tetapi greenback, yang terus turun pada Januari, bertahan.

"Inflasi masih terlalu tinggi," kata ahli strategi Commonwealth Bank of Australia, Joe Capurso.

"Perlambatan tentatif dalam inflasi sekarang lebih sulit untuk dilihat. Tidak ada banyak kabar baik untuk (The Fed) yang mencari inflasi untuk turun lebih jauh menuju targetnya 2,0 persen."

Pejabat Federal Reserve mengatakan bank sentral AS perlu terus menaikkan suku bunga secara bertahap untuk mengalahkan inflasi.

"Kita harus tetap siap untuk melanjutkan kenaikan suku bunga untuk periode yang lebih lama dari yang diantisipasi sebelumnya," kata Presiden Fed Dallas, Lorie Logan.

Euro bergelombang tetapi pada akhirnya tidak dapat naik terhadap greenback dan bertahan di 1,0734 dolar. Indeks dolar AS melayang di sekitar rata-rata pergerakan 50 hari di 103,26.

Obligasi pemerintah AS juga bergejolak setelah data tersebut, tetapi penjualan bertahan pada jangka pendek dan dalam dana Fed berjangka untuk mencerminkan ekspektasi baru bahwa suku bunga AS akan naik melampaui 5,2 persen tahun ini dan tetap di atas 5,0 persen.

Dolar Selandia Baru turun sedikit menjadi 0,6338 dolar AS. Dolar Australia juga bergerak bergelombang menyamping, dengan para pedagang sekarang fokus pada penampilan ketua bank sentral Australia Philip Lowe di hadapan komite parlemen.

Di kemudian hari, inflasi Inggris akan tiba, dengan perkiraan konsensus untuk IHK utama tahunan sebesar 10,3 persen - lebih dari lima kali target 2,0 persen bank sentral Inggris.

Sterling didorong semalam oleh data upah yang kuat dan terakhir dibeli 1,2178 dolar. Angka penjualan ritel AS juga akan dirilis dan akan mengukur bagaimana konsumen AS menanggung 450 basis poin dari kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun lalu.


Baca juga: Dolar jatuh saat fokus pada inflasi, Ueda dicalonkan jadi gubernur BoJ
Baca juga: Dolar melemah di awal sesi Asia, inflasi AS dalam fokus
Baca juga: Dolar jatuh, pasar konsolidasikan keuntungan menjelang data inflasi

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2023