Jakarta (ANTARA News) - Trade Expo Indonesia (TEI) 2012 hingga hari ketiga telah menghimpun transaksi senilai 641,05 juta dolar AS, dan berpotensi melebihi yang sudah ditargetkan.

“Saat ini total transaksi telah mencapai 32,05 persen dari target yang ditetapkan. Pencapaian tersebut belum termasuk hasil transaksi pada hari ke-4 dan ke-5," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami.

Menurut Gusmardi, masih ada juga potensi transaksi antara salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia untuk membangun gedung parlemen di Afrika senilai USD 2 miliar.

"Kami sangat optimis tahun ini dapat mencapai total transaksi sesuai dengan target, atau bahkan melampauinya,” kata Gusmardi Bustami di Jakarta, Sabtu.

Dari total nilai transaksi tersebut, tercatat 436,41 juta dolar AS merupakan nilai transaksi produk, dengan buyers terbesar dari Saudi Arabia 200,17 juta dolar AS (45,87%), diikuti Afrika Selatan 150,78 juta dolar AS (34,55%), Australia 21,87 juta dolar AS (5,01%), Nigeria 15,03 juta dolar AS(3,44%) dan India 10,77 juta dolar AS (2,47%).

Transaksi didominasi oleh otomotif dan komponennya sebesar 50,08%, diikuti produk elektronik dan kelistrikan 32,10%, produk kayu 9,68%, kertas dan produk kertas 3,65%, dan alas kaki 1,27%.

Sedangkan dari sektor jasa meraih nilai transaksi USD 204,64 juta yang sebagian besar disumbang dari permintaan jasa tenaga kerja di bidang hospitality, konstruksi dan jasa pertambangan.

“Kami berharap pelaksanaan TEI yang akan datang dapat semakin sukses, baik dari segi penyelenggaraan, jumlah peserta, jumlah buyers, keberagaman produk, maupun nilai transaksinya. Untuk mencapai itu semua, tentunya diperlukan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun dunia usaha,” ujar Gusmardi.

Selain itu, penyelenggaraan TEI tidak hanya menjadi sarana promosi dan perluasan jejaring bisnis bagi perusahaan-perusahaan besar, namun juga tentunya bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menerobos pasar luar negeri bagi pelaku usaha Indonesia termasuk UKM, yang sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan jumlah pelaku ekspor baru yang mampu bersaing di pasar global.” papar Gusmardi.

Pada penyelenggaraan TEI tahun ini, salah satu UKM yang berhasil memperoleh transaksi cukup tinggi adalah rumah bambu dan interiornya yang dihasilkan oleh salah satu produsen dari Yogyakarta.

Setelah sukses menembus pasar Australia, dengan keikutsertaannya dalam TEI 2012, perusahaan ini berencana untuk memperluas pasar ekspor ke wilayah Timur Tengah, Asia Pasifik dan Eropa. Selama tiga hari mengikuti TEI, perusahaan ini mendapatkan tawaran Business Project untuk pembangunan hotel, vila dan restoran dari buyer Mesir, Dubai, Kuwait, Inggris, Amerika Serikat dan Jepang.

Selain itu, produk unggulan lain yang banyak menarik minat buyers dari Afrika Selatan, Zimbabwe, Sudan dan Jepang yaitu medical cosmetic, kosmetik yang tidak hanya berfungsi untuk kecantikan namun juga untuk kesehatan kulit.

Selain kualitas produk, yang menjadi nilai jual dari produk ini adalah kemasan yang elegan dan eksklusif sehingga mampu meningkatkan citra produk itu sendiri.

“Hari ini kita juga akan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara National African Federated Chamber of Commercial Telecomunication of South Africa dengan PT Piramindo Group untuk proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Afrika Selatan senilai 142,4 juta dolar AS. Hal itu semakin menunjukkan pengakuan dunia terhadap kualitas tenaga kerja dan kemajuan Indonesia di bidang Informasi Teknologi,” Dirjen PEN Gusmardi menambahkan.

(*)

Pewarta: Suryanto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012