Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin meninjau pembangunan pascagempa di SMKN 1 Rangas, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis.

Pada kesempatan tersebut Wapres didampingi Pj. Gubernur Sulbar Akmal Malik,mendengarkan penjelasan PPK Prasarana Strategis Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulbar M. Sulthoni Rahman.

Sebagaimana siaran pers yang diterima dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden, Sulthoni mengatakan pembangunan pascagempa di Mamuju dikategorikan menjadi tiga, yaitu pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

Menurutnya, dari 43 sekolah yang terkena gempa, sebanyak 37 di antaranya telah selesai dibangun Direktorat Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), salah satunya SMKN 1 Rangas.

Menurut Sulthoni, SMKN 1 Rangas merupakan sekolah unggulan di Mamuju dan memiliki 9 keahlian unggulan, yaitu teknik kendaraan otomotif, teknik dan bisnis sepeda motor, desain komunikasi visual, teknik instalasi tenaga listrik, teknik elektronika industri, agribisnis pengolahan pertanian, teknik pengelasan, konstruksi jalan, irigasi dan jembatan, desain permodelan, dan informasi bangunan.

Total bangunan yang sudah selesai dibangun berjumlah 21 gedung, termasuk laboratorium bahasa.

“Ada 15 bangunan yang sudah kami rekonstruksi, dan 6 bangunan yang direhabilitasi. Kami membangun dengan SNI gempa terbaru,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar M. Natsir melaporkan kepada Wapres bahwa perlengkapan laboratorium di SMKN 1 Rangas saat ini belum tersedia.

Baca juga: Wapres akan cek rehabilitasi-rekonstruksi pascagempa di Mamuju Sulbar
Baca juga: Wapres: Indonesia punya kemampuan bebaskan sandera dengan cepat


“Sebelum gempa (peralatan) sudah lengkap semua. Setelah gempa, itu hancur semua. Sekarang kosong, ini dibangun gedung saja, peralatan laboratorium belum ada,” jelas Natsir.

Natsir mengungkapkan selama fasilitas laboratorium belum ada, maka siswa hanya belajar teori.

Menanggapi hal tersebut, Wapres meminta peralatan laboratorium untuk segera diadakan.

“Jangan sampai (jadi) SMK teori. Segera diusahakan (pengadaan peralatannya). Gedungnya kan sudah siap. Jangan sampai SMK ini tidak praktik. Supaya jangan lama-lama (pengadaannya),” pinta Wapres.

Sebagai informasi, proyek pembangunan pascagempa menggunakan Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp66 miliar.

Sebanyak 21 gedung di SMKN 1 Rangas yang sudah dibangun berada di lahan seluas 38.400 m2 dengan daya tampung 1.296 siswa.

Hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan ini, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tavip Agus Rayanto, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Arif R. Marbun, Gatot Prio Utomo, dan Zumrotul Mukaffa, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma, serta, Pangdam IV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2023