Target penggandaaan total nilai perdagangan masih memungkinkan mengingat ekonomi kedua negara yang pada dasarnya saling melengkapi (komplementer) serta masih sedikitnya pangsa pasar perdagangan kedua negara yang belum dimanfaatkan,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Stephen Green menargetkan nilai perdagangan menjadi 6 miliar dolar AS pada tahun 2015 dari sebelumnya 2,9 miliar dolar AS pada 2011.

Hal itu merupakan bagian dari kunjungan kerja Mendag Gita Wirjawan ke London, Inggris, Selasa waktu setempat, dalam kerangka Dialog Perdagangan Tahunan kedua negara yang telah digagas sejak 1 November 2011 lalu.

"Target penggandaaan total nilai perdagangan masih memungkinkan mengingat ekonomi kedua negara yang pada dasarnya saling melengkapi (komplementer) serta masih sedikitnya pangsa pasar perdagangan kedua negara yang belum dimanfaatkan," kata Mendag seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu.

Namun demikian, Gita menekankan kepada mitranya bahwa target peningkatan perdagangan tersebut dapat tercapai jika sejumlah hambatan untuk memasuki pasar Inggris dapat diatasi.

"Kami secara khusus menekankan kembali keinginan agar Inggris dapat membantu Indonesia dalam memenuhi ketentuan "REACH" atau "Registration, Evaluation, Authorization and Restrictions of Chemicals", serta berharap Inggris turut mendorong Uni Eropa segera untuk pengakuan atas Sistem Verifikasi Legalitas Kayu Indonesia (SVLK)," kata Gita.

Selain kedua isu tersebut, Indonesia juga menyampaikan perhatian terhadap rencana penerapan ketentuan "product`s environmental footprint" serta indikasi bahwa Inggris sedang mempertimbangkan kebijakan "plain packaging of tobacco products" seperti yang akan dilaksanakan Australia mulai Desember mendatang.

Pertemuan kedua Menteri yang didahului oleh pertemuan tingkat Pejabat Senior kedua negara itu juga membahas isu yang menjadi perhatian Inggris, seperti impor produk farmasi, kesepakatan penghindaran pajak berganda dan cukai minuman beralkohol.

"Semangat yang dikembangkan adalah agar masalah-masalah yang ada dapat segera diatasi sebagai dua negara yang bersahabat, dan tidak terlepas dari konteks hubungan ekonomi jangka panjang yang saling melengkapi," kata Gita.

Dialog Perdagangan Tahunan yang ke-2 itu diselenggarakan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan ke London hingga 2 November mendatang.

Inggris merupakan salah satu dari 10 negara mitra dagang utama Indonesia dengan total nilai ekspor Indonesia ke Inggris pada tahun 2011 yang mencapai 1,72 miliar dolar, naik sedikit dari tahun sebelumnya yang senilai USD 1,7 miliar.

Sementara nilai impor Indonesia dari Inggris pada tahun 2011 mencapai 1,17 miliar dolar AS, naik dibandingkan tahun 2010 yang sebesar USD 938 juta.

Ekspor Indonesia itu didominasi oleh produk alas kaki, furnitur, mesin cetak, karet alam, serta beberapa jenis pakaian, sedangkan komoditas Inggris yang diimpor ke Indonesia adalah produk daur ulang kertas dan karton, otomotif, baja dalam bentuk waste dan scrap, serta peralatan kapal pesiar, perahu dayung dan kano.
(P012)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012