Kudus (ANTARA) -
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua pihak terkait bersinergi dalam merawat dan memantau kondisi sungai, khususnya yang memiliki potensi tinggi bencana.
 
"Tentunya membutuhkan sinergitas bersama, baik dari pusat, provinsi, daerah hingga pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Harus ada tim yang bertugas melakukan perawatan sungai, saya sebutnya patroli sungai," ujarnya saat meninjau tanggul Sungai Dawe di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus setelah jebol akibat peningkatan volume air di Kudus, Jumat.
 
Untuk mengatasi permasalahan bencana, kata dia, seluruh elemen terkait perlu saling berkoordinasi sehingga penanganan dapat efektif dan optimal.
 
"Kita harus saling terlibat, jika perlu saya akan minta bantuan dari TNI/Polri dalam penanganan ini," ungkapnya.

Baca juga: Banjir makin meluas, 173 warga di Kudus mengungsi

Ia berharap, permasalahan banjir di Kabupaten Kudus dapat segera tertangani sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.

"Semoga segera tertangani, harapannya kejadian ini tidak terulang kembali," ujarnya.
 
Bupati Kudus Hartopo menjelaskan salah satu penyebab jebol tanggul Sungai Dawe adanya sedimentasi.

Penyebab sedimentasi sungai, kata dia, erosi daerah hulu, di daerah pegunungan yang tidak ada tanaman keras.
 
"Karena sebagian kawasan hutan di Kudus gundul, sehingga terjadilah erosi yang menyebabkan sedimentasi di sungai," ujarnya. 

Baca juga: Tanggul Sungai Piji & Dawe di Kudus jebol, 70 ha sawah terendam banjir
Baca juga: Delapan desa di Kudus dilanda banjir akibat curah hujan tinggi

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2023