Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Agustina Hermanto atau akrab disapa Tina Toon menyebutkan peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momen pengingat dan penguat untuk menjadikan wanita lebih berdaya.

"Hari Perempuan Internasional ini sebetulnya bukan selebrasi yang meriah saja ya, tapi sebagai pengingat bahwa wanita bisa saling memberdayakan, mendukung, dan menguatkan satu sama lain," kata Tina Toon saat dihubungi ANTARA, Rabu.

Lebih lanjut wanita yang mulai aktif berkarier sebagai wakil rakyat sejak 2019 itu mengatakan saat ini kesetaraan akses serta terbukanya ruang bagi wanita sudah lebih baik.

Ia mencontohkan untuk di bidang politik, setelah masa reformasi dihadirkan regulasi yang mengatur agar wanita bisa menghadirkan representasinya di parlemen serta pemerintahan.

Baca juga: Watsons rayakan Hari Perempuan Internasional

Hal itu dimulai dengan hadirnya UU nomor 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Regulasi itu diperkuat dalam UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang mendorong peran wanita dalam politik melalui tindakan afirmatif sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan di partai politik, lembaga legislatif, maupun di lembaga penyelenggara pemilu.

"Saat ini di Indonesia terbukanya akses untuk wanita berkarya itu sudah cukup baik, tidak cuma di tingkat pemerintah tapi juga di perusahaan-perusahaan termasuk swasta. Baik di bidang politik, ekonomi, budaya, bahkan sampai pendidikan," ujar Tina.

Dengan adanya momen khusus untuk memperingati Hari Internasional Tina Toon pun berharap agar akses-akses dan kesetaraan yang sudah ada bisa ditingkatkan dengan lebih baik lagi.

Ia mendorong agar para perempuan khususnya dari generasi muda bisa lebih ekspresif dan berdaya sehingga memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

"Saya harap wanita muda khususnya di Indonesia bisa lebih sadar bahwa kita ini hebat dan kuat sehingga kita bisa lebih fokus dan berani untuk bisa mewujudkan apa yang kita mau," tutupnya.

Baca juga: Cara Carolina Marin maknai Hari Perempuan Internasional

Baca juga: Hari Perempuan Internasional, budaya patriarki sebab ketidaksetaraan

Baca juga: Hari Perempuan Sedunia, generasi muda didorong wujudkan setara gender

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023