Hanoi (ANTARA) - Otoritas pariwisata Vietnam dan komite rakyat Provinsi Lang Son di Vietnam utara pada Rabu (15/3) menggelar upacara untuk menyambut gelombang pertama kelompok tur wisatawan China dalam tiga tahun sejak pandemi COVID-19.

Kelompok tur yang terdiri dari 120 pelancong China itu disambut di Gerbang Perbatasan Internasional Huu Nghi dengan berbagai bingkisan cantik dan pertunjukan seni tradisional.

Deng Guilin, seorang wisatawan berusia 67 tahun yang berasal dari Provinsi Hubei, China tengah, mengatakan ini pertama kalinya dia datang ke Vietnam. Dia akan mengunjungi Hanoi, ibu kota Vietnam, dan Teluk Halong di Provinsi Quang Ninh, untuk menikmati keindahan kota berusia 1.000 tahun itu dan Situs Warisan Dunia UNESCO di Vietnam tersebut.
 
  Turis Tiongkok melambai kepada para petugas di Vietnam di Gerbang Perbatasan Internasional Huu Nghi di provinsi Lang Son, Vietnam utara, pada 15 Maret 2023. (Xinhua/Hu Jiali) 



Peng Shituan, Cultural Counselor di Kedutaan Besar China di Vietnam, mengatakan bahwa upacara tersebut menandai momen bersejarah dimulainya kembali kerja sama pariwisata antara China dan Vietnam.

"Setiap wisatawan China merupakan duta antarmasyarakat untuk persahabatan China-Vietnam," ujar Peng, seraya mengungkapkan peran penting industri pariwisata dalam mempromosikan pertukaran antarmasyarakat antara kedua negara bertetangga itu.

"Kerja sama pariwisata merupakan bagian penting dari kerja sama antara Vietnam dan China. Industri pariwisata sangat berarti bagi Vietnam karena kembalinya wisatawan China akan memberi kontribusi besar bagi perekonomian Vietnam pada 2023," kata Ha Van Sieu, Wakil Kepala Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, kepada Xinhua.

Sektor pariwisata, salah satu penghasil devisa utama Vietnam, mengalami kemunduran akibat pandemi. Negara di Asia Tenggara itu menargetkan untuk menerima lebih dari 8 juta wisatawan mancanegara pada tahun ini, menurut Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023