Xining (ANTARA) - Chen Zhifang adalah seorang pendiri Starlight Special Children Service Center di Xining, China.

Sejak didirikan pada 2015, pusat layanan tersebut merupakan organisasi kesejahteraan masyarakat nirlaba yang menyediakan intervensi dan pelatihan rehabilitasi dini bagi anak-anak penyandang autisme, disabilitas intelektual, dan gangguan bahasa.

Saat ini, sebanyak 132 anak penyandang autisme menerima berbagai pelatihan rehabilitasi di tempat tersebut.

Selama delapan tahun terakhir, pusat layanan tersebut menjadi tempat harapan bagi banyak anak penyandang autisme dan keluarga mereka.

Berdasarkan kemampuan kognitif, ekspresif, dan fisik yang berbeda-beda pada setiap anak, pusat layanan tersebut menyediakan metode pendidikan yang disesuaikan untuk setiap individu. Banyak anak di fasilitas tersebut telah dapat berbelanja ke toko, bepergian dengan bus, dan bahkan kembali bersekolah.

"Sebagai orang tua dari anak penyandang autisme, saya berharap dapat membagikan pengalaman yang saya dapatkan dari pelatihan rehabilitasi anak saya kepada lebih banyak orang, dan untuk membantu lebih banyak anak penyandang autisme menyesuaikan diri ke dalam masyarakat," kata Chen.
 
Chen Zhifang (kiri) memberikan pelatihan kognitif untuk seorang anak penyandang autisme di Starlight Special Children Service Center di Xining, Provinsi Qinghai, China, Kamis (30/3/2023). (ANTARA/Xinhua/Zhang Long)
 
Chen Zhifang mengamati anak-anak penyandang autisme yang mengikuti kelas di Starlight Special Children Service Center di Xining, Provinsi Qinghai, China, Kamis (30/3/2023). (ANTARA/Xinhua/Zhang Long)
 
Chen Zhifang (kanan) memberikan pelatihan kognitif untuk seorang anak penyandang autisme di Starlight Special Children Service Center di Xining, Provinsi Qinghai, China, Kamis (30/3/2023). (ANTARA/Xinhua/Zhang Long)
 
Chen Zhifang (kiri) memberikan pelatihan kognitif untuk anak penyandang autisme di Starlight Special Children Service Center di Xining, Provinsi Qinghai, China, Kamis (30/3/2023). (ANTARA/Xinhua/Zhang Long)


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2023