Manila (ANTARA News) - Filipina akan melanjutkan pengiriman para pekerja ke Israel saat situasi di sana kembali normal setelah kekerasan bulan lalu, kata Departemen Luar Negeri, Jumat.

"Mengingat kondisi keamanan di Israel dan Gaza membaik sebagai dampak dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, maka nasehat perjalanan Departemen Luar Negeri berkaitan dengan kondisi itu kini telah dicabut," kata pernyataan kementerian.

Manila memberlakukan larangan perjalanan ke Israel dan Gaza bulan lalu serta mengevakuasi beberapa orang Filipina yang tinggal di Gaza setelah aksi kekerasan pecah antara Israel dan Hamas, kelompok Palestina yang berkuasa atas Jalur Gaza.

Sekitar 41.000 orang Filipina bekerja di Israel, sebagian besar sebagai pengasuh, dan larangan perjalanan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk kembali jika mereka telah meninggalkan negara itu.

Pada saat pertempuran berhenti, Kedutaan Israel di Manila mendesak Filipina untuk mencabut larangan, tetapi Departemen Luar Negeri pada awalnya menolak keras, dan mengatakan situasi tetap "stabil".

Sekitar sembilan juta warga Filipina bekerja di seluruh dunia dengan mendapatkan upah lebih dari yang mereka bisa peroleh di negara asal mereka, demikian lapor AFP.

Uang yang mereka kirim ke rumah merupakan pilar utama perekonomian, tetapi mereka sering terkena bahaya di luar negeri.

(H-AK/H-RN)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2012