Jakarta (ANTARA) -
Pakar hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Bareskrim Polri harus bergerak cepat memantau peredaran komoditas pangan pokok menjelang Lebaran 2023.
 
"Saya kira Polri, Satgas Pangan bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi Usaha Kecil harus bergerak untuk memantau peredaran komoditas di pasaran agar tidak memengaruhi kenaikan harga yang merugikan masyarakat," kata Abdul Fickar Hadjar di Jakarta, Kamis.
 
Untuk meminimalkan upaya penimbunan, Fickar mengatakan bahwa Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto bisa memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengecekan harga dan ketersediaan secara berkala.
 
"Ya, (pengecekan) berkala, juga dengan intervensi pasar dengan harga murah," ujarnya.
 
Dengan begitu, Fickar mengatakan bahwa Bareskrim Polri dapat melindungi masyarakat dari upaya penimbunan oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
"Oleh karena itu ,tugas pokok pemerintahan menjamin kesejahteraan masyarakat melalui pemantauan dan pengelolaan harga," tuturnya.
 
Fickar meminta Kabareskrim Polri juga harus tegas menindak jika memang ditemukan adanya upaya penimbunan.
 
"Jika ada pelanggaran, langsung proses hukum," katanya menegaskan.
 
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar guna mengendalikan harga beras di Pasar Pal Tugu, Depok, Jawa Barat.
 
"Yang belum turun memang beras, tadi saya sudah perintahkan Bulog untuk drop ke pasar ini agar ada seperti operasi pasar," kata Jokowi di Pasar Pal Tugu, Depok, Kamis.
 
Jokowi meninjau harga bahan-bahan pokok di Pasar Pal Tugu pada hari-hari terakhir menjelang Lebaran 2023.

Menurut Jokowi, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga seperti bawang merah, telur, bawang putih, dan daging ayam.

Baca juga: Tim Satgas Pangan musnahkan produk tak layak konsumsi di Palangka Raya
Baca juga: Kemenperin usul relaksasi pembatasan angkutan pangan cegah kelangkaan

Pewarta: Fauzi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2023