Dua kapal pesiar itu membawa total penumpang 750 orang. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak Rabu (19/12),"
Denpasar (ANTARA News) - Dua kapal pesiar yaitu Sea Bourne Odyssey dan Seven Seas Voyager melakukan "turn around port" atau pergantian penumpang di Pelabuhan Benoa, Bali.

"Dua kapal pesiar itu membawa total penumpang 750 orang. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak Rabu (19/12)," kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III cabang Benoa, Iwan Sabatini di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, pelabuhan terbesar di Bali menjadi "turn around port" adalah yang pertama kali sejak 2012.

Iwan Sabatini mengatakan pola pelayanan "turn around port" dimungkinkan adanya pergantian penumpang seperti pelayanan di bandara, yang pelayanannya menjadi 24 jam.

"Ini merupakan momentum yang baik dan catatan bagi `cruise liner` di dunia bahwa Pelabuhan Benoa telah siap melayani `turn around port`," katanya.

Mantan Humas PT Pelindo III Tanjung Perak itu menjelaskan untuk kegiatan tersebut ada beberapa standar pelayanan minimal yang telah dipenuhi Pelabuhan Benoa, seperti penggunaan X-Ray untuk pengamanan, ketersedian ruang dan sarana antrean.

Sarana lainnya, kata dia, seperti Indonesia Wifi dari Telkom dan sarana refleksi. Ada pula sarana dari PT Pos Indonesia berupa kartu pos Bali yang dapat dikirim para penumpang ke negaranya untuk menunjukkan mereka sudah Pulau Dewata.

"Hal lain adalah bagaimana koordinasi dengan pihak keamanan seperti Bea dan Cukai sehingga dalam waktu 24 jam kami tetap melayani penumpang," ujarnya.

Ia mengatakan masih banyak hal yang harus dibenahi. Misalnya terminal penumpang yang semula merupakan terminal domestik perlu direnovasi dan perubahan desain.

"Kami memang tidak melakukan perubahan secara total terhadap terminal penumpang, tetapi paling tidak standar minimal pelayanan kapal pesiar dengan "turn around port" ini dapat tercapai," katanya.

Menyinggung jumlah kunjungan, Iwan Sabatini mengatakan hingga pertengahan Desember 2012 ada 35 kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa. Jumlah itu memang tidak mencapai target 38 kapal pesiar.

"Tiga kapal pesiar batal datang karena ada perggantian pemilik tetapi mereka akan menjadwalkan kunjungan ulang pada 2013," ujarnya.

Iwan Sabatini mengatakan untuk kunjungan kapal pesiar pada 2013 sudah terdaftar 30 kapal dan diharapkan ada penambahan.

Dari jumlah itu ada 13 kapal pesiar yang melakukan "turn around port" dan sembilan kapal pesiar lainnya berukuran besar.

"Kapal yang direncanakan datang adalah kapal pesiar berukuran lebih besar. Walau jumlah kapalnya menurun, tetapi penumpang lebih banyak dari tahun ini yang diperkirkan mencapai 30 ribu orang. Pada 2013 diharapkan naik menjadi 42 ribu orang wisatawan," katanya.

(I020/E005)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012