Palu (ANTARA News) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta peran perguruan tinggi agar mampu menciptakan manusia Indonesia yang bisa menang dalam persaingan global dewasa ini.

"Bagimana peran perguruan tinggi, maka kita harus punya arah yang jelas, kalau tidak, kita tidak bisa keluar sebagai pemenang," kata Hatta Rajasa dalam orasi ilmiahnya pada wisuda sarjana strata satu XVIII Universitas Alkhairaat Palu, di Palu, Sabtu.

Turut hadir dalam wisuda tersebut Ketua Utama Alkhairaat Habib Said Saggaf Aljufri, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Ketua Yayasan Alkhairaat Fadel Muhammad, Mantan Menteri Pemuda Olahraga Adiyaksa Dault, Rektor Unisa Hamdan Rampadio, anggota DPD RI Nurmawati Bantilan dan beberapa pejabat lainnya.

Hatta Rajasa menawarkan lima pandangan agar Indonesia bisa menang dalam persaingan global.

Pertama kata Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional itu yakni memperkuat pondasi yang selama ini menjadi pegangan bangsa Indonesia yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara.

"Harus dipertahankan. Ini pondasi kita," katanya.

Kedua, Indonesia harus dibangun di atas nasionalisme di tengah keragaman etnik. Indonesia butuh nasionalisme untuk memenangkan persaingan.

Hatta Rajasa mengatakan sentimen sejarah telah membuktikan bagaimana rakyat Indonesia bersatu untuk menang dalam kemerdekaan bangsa ini. Kemangan tidak saja oleh satu kelompok.

Dia mengatakan atas nama nasionalisme itu maka jika ada tantangan harus dihadapi bersama. Pemanfaatan sumber-sumber kemakmuran juga harus dinikmati secara bersama.

Pandangan ketiga kata Hatta adalah penguatan masyarakat sipil dengan melakukan transformasi sosial yakni masyarakat yang terbuka, masyarakat toleran, rela berbagi, bantu membantu dan saling menyayangi.

Demikian halnya dalam dunia demokrasi, harus membangun demokrasi yang beretika.

"Demokrasi bukanlah kekebebasan. Partai yang kuat tidak cukup, tapi good sociaty juga harus kuat pula," katanya.

Pandangan Hatta Rajasa berikutnya untuk bisa menjadi bangsa yang menang dalam persaingan global maka harus membangun pasar berkeadilan.

"Yang lemah dilindungi negara. Bukan pasar besar. Ekonomi bukan hanya orientasi keluar tapi juga ke dalam. Bukan hanya mengejar pertumbuhan tapi juga pemerataan," katanya.

Hatta Rajasa mengatakan dirinya tidak percaya dengan sistem ekonomi liberal atau pasar bebas karena cenderung tidak adil.

"Pasar bebas tidak mampu kendalikan distorsi atas dirinya. Negara harus memberikan akses yang sama kepada semua masyarakat," katanya.

Hatta Rajasa mengatakan sebaik-baik bangsa Indonesia bukan ditentukan oleh bangsa lain.

"Kita yang kendalikan. Kita yang tentukan hitam putih bangsa ini, bukan bangsa lain," katanya.

(A055)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2012