Jerusalem (ANTARA News) - Israel merencanakan penahanan kepada sejumlah warga Palestina di Tepi Barat dengan alasan ancaman keamanan.

"Terdapat kemungkinan munculnya bahaya dan itu adalah akibat gencarnya kegiatan intelijen serta  penangkapan aktivis HAMAS," kata seorang sumber seperti dikutip AFP..

Kebijakan itu bisa saja menjadi bumerang bagi Israel. Pada Selasa, seorang penyusup Israel yang berusaha menangkap militan terbongkar identitasnya  dan dilempari batu oleh warga Palestina.

Awal bulan ini, pasukan Israel yang berniat menangkap polisi Palestina di sebuah desa di Tepi Barat terpaksa mundur setelah diserang lemparan batu.

Polisi tersebut akhirnya tertangkap di pos militer Israel dekat Hebron.

Palestina telah dua kali melawan penjajah Israel melalui aksi intifada (pemberontakan) pada Desember 1987 dan September 2000.

Tapi tidak satupun periode intifada itu sukses mengakhiri penjajahan Israel sejak 1967.

Dengan tertundanya pebicaraan Israel dan Palestina sejak September 2010, pengamat memperkirakan intifada ketiga dapat kembali berlangsung.

Veteran intifada pertama Ghassan Khatib yang kini menjadi menteri di kabinet Palestina menganggap intifada tidak akan kembali terjadi.

(A061/H-AK)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013