Jelas sekali tadi sebuah handball, namun ofisial yang melihatnya membiarkan
London (ANTARA News) - Luis Suarez memunculkan kontroversi baru yaitu handball saat menyelamatkan Liverpool dari kejutan tragis dan sukses mengalahkan klub nonliga, Mansfield Town, dengan kedudukan akhir 2-1 dalam lanjutan babak ketiga Piala FA, Minggu waktu setempat.

Suarez turun dari bangku cadangan untuk menggandakan keunggulan Liverpool setelah sebelumnya Daniel Sturridge menciptakan gol dalam debutnya.

Gol Suarez justru melecut semangat para pemain tuan rumah yang kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Matt Green.

Pemain tim nasional Uruguay tersebut sempat dikenal akibat upayanya menghalau bola di depan gawang timnya dengan menggunakan tangan di laga perempat final Piala Dunia 2010 melawan Ghana.

Ia kembali terlihat menghentikan bola dengan tangannya sebelum menceploskan bola ke gawang Mansfield, meski kemudian wasit dan ofisial pertandingan mengesahkannya.

Liverpool selanjutnya akan menghadapi klub kasta ketiga, Oldham Athletic untuk memperebutkan tempat ke babak kelima.

Pelatih Brendan Rodgers mengakui adanya peran besar keberuntungan dalam kemenangan mereka semalam.

"Jelas sekali tadi sebuah handball, namun ofisial yang melihatnya membiarkan. Saya bahkan bertanya pada ofisial keempat, yang juga mengatakan bahwa insiden tersebut handball. Sangat disayangkan bagi Masnfield, dan ini sedikit keberuntungan kami mendapatkan gol tersebut," kata dia sebagaimana dilansir dari ESPN.

Sturridge yang baru hijrah dari Chelsea dengan nilai transfer 12 juta poundsterling (Rp186,6 miliar) memecahkan kebuntuan di menit ketujuh di Stadion Field Mill, ia menghampiri bola umpan yang disodorkan Jonjo Shelvey untuk kemudian menaklukkan kiper Mansfield, Alan Marriott.

Kemudian sepanjang babak pertama, Marriott mementahkan dua peluang dari Sturridge, sementara tim berjuluk Rusa Jantan tersebut memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan pada saat tendangan Green memaksa Brad Jones melakukan lompatan penyelamatan.

Mansfield sempat mendominasi permainan dan menekan Liverpool di awal babak kedua sebelum tim tamu memasukkan Suarez yang menggandakan keunggulan melalui sebuah situasi kontroversial di menit ke-59.

Setelah berulangkali melakukan percobaan, Suarez mendapati tendangannya ditepis Marriott namun bola terlebih dahulu memantul dan bersentuhan dengan tangan kanannya yang kemudian ia lesakkan ke gawang, sembari mengabaikan protes dari para pemain belakang.

Green menyelesaikan peluang dengan baik dari jarak 11 meter saat waktu tersisa 11 menit, namun Liverpool berhasil mengamankan diri dari hasil yang mengejutkan.

Pelatih Mansfield, Paul Cox mengatakan dirinya memaklumi apa yang dilakukan Suarez, sebagai "keuntungan dari sebuah keadaan penuh keraguan".

"Pencetak gol selalu ingin melesakkan bola ke gawang, dan itulah alasan mereka melakukannya. Ia adalah pemain dengan talenta yang menakjubkan dan saya akan dengan sukarela membayar tiket untuk menyaksikan ia bermain," kata dia.

Sebelumnya, Danny Graham mencuri gol pada menit ke-87 yang mengantarkan Swansea pada kedudukan 2-2 di laga kandang babak ketiga Piala FA melawan Arsenal di Stadion Liberty, Minggu.

Arsenal berjuang untuk membalikkan keadaan melalui dua gol cepat dari Lukas Podolski dan Kieran Gibbs di 10 menit terakhir pertandingan, sebelum akhirnya Graham menyamakan kedudukan dan memaksakan laga ulangan.

Swansea lebih dulu memimpin melalui gol dari Michu pada menit ke-58, yang juga memborong dua gol kemenangan mereka saat mempermalukan Arsenal di Stadion Emirates, Desember silam.

Meski demikian, Swansea terlihat siap keluar dari kompetisi sampai akhirnya Graham menghujamkan bola ke langit-langit jaring gawang di sisa tiga menit terakhir pertandingan.

"Kami seharusnya bisa memenangkan pertandingan ini. Sungguh mengecewakan kami kemasukan gol dari tendangan sudut semacam itu yang cukup sulit untuk dihalau. Kami telah mempertontonkan kualitas dan semangat, yang saya rasa cukup baik apabila bisa dipertahankan," kata pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Michu mengawali pertandingan dari bangku cadangan mengingat laga semifinal Piala Liga yang akan dihadapi Swansea pada Rabu (9/1) melawan Chelsea, sementara Arsenal melakukan tiga perubahan susunan pemain awal dengan menyisakan Olivier Girous sebagai penyerang tunggal di lapangan.

Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut hanya membutuhkan waktu satu menit dan 13 detik di lapangan sebelum menyambut umpan lambung Nathan Dyer untuk menaklukkan Szczesny serta melesakkan gol ke-15 bagi Swansea.

Kemudian Podolski memanfaatkan bola liar di menit ke-81 untuk menyamakan kedudukan dilanjutkan dengan tendangan voli Gibbs dari bola umpan Giroud yang membawa Arsenal unggul, namun Graham menggagalkan semuanya.

Pemenang dari laga ulangan akan menghadapi Brighton and Hove Albion yang menyingkirkan Newcastle United kali kedua dalam dua musim berturut-turur pada Sabtu (5/1).

Juara bertahan Chelsea akan melakoni laga babak keempat melawan Southend United atau Brentford, sementara Fulham ataupun Blackpool akan berhadapan dengan pemenang laga ulangan antara Manchester United melawan West Ham United.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2013