Moskow (ANTARA News) - Pemerintah Rusia berharap kesembuhan sedini mungkin bagi Presiden Venezuela Hugo Chavez dan percaya akan pentingnya mencegah destabilisasi di negara itu, kata Departemen Luar Negeri, Kamis.

"Kami kembali mengamati dengan cermat kemajuan situasi di negara sahabat Republik Bolivarian Venezuela," komentar kementerian itu.

"Dengan rasa solidaritas yang mendalam di hati, kami menyampaikan keinginan yang tulus bagi pemulihan penuh sedini mungkin kepada Presiden Hugo Chavez."

"Kami percaya penuh bahwa kemampuan untuk bertahan dan stamina khas pemimpin Venezuela akan membantu untuk mengatasi tantangan saat ini dan kembali ke kantor," katanya.

Dukungan yang cukup rakyat Venezuela berikan kepada pimpinan negara ditunjukkan dengan jelas dalam pelaksanaan pemilihan presiden pada 7 Oktober 2012.

"Kami percaya bahwa prinsip non-interferensi di Venezuela adalah urusan internal dan ketaatan serta kepuasan terhadap Konstitusinya, hak eksklusif untuk menafsirkan yang dimiliki oleh lembaga Venezuela pada kekuasaan negara, harus tetap menjadi pedoman bagi semua orang yang memperhatikan situasi rumit yang terjadi di sana," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah komentar.

"Dalam hubungan ini, kami telah mencatat pemberitahuan dari putusan Mahkamah Agung Konstitusi mengenai legitimasi penundaan tak terbatas hari di mana Presiden Hugo Chavez akan diharapkan untuk membacakan Sumpah Konstitusi," katanya.

"Kami mengecam upaya untuk meralat pemahaman ini dan untuk mempengaruhi peristiwa terkini dengan cara akan menyeru putusan yang mempertanyakan," kata kementerian.

"Yang penting sekarang adalah pencegahan destabilisasi di Venezuela, dan semua kekuatan politik dalam serta luar negeri harus menjadi ujung tombak upaya mereka menuju tujuan ini," katanya.

"Kami mendesak mereka untuk menampilkan pendekatan yang seimbang dan bertanggung jawab," tegasnya.
(AK)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013