Saya tidak tahu apa yang terjadi tahun depan. Saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi besok, jadi saya belum mau berpikir tahun depan akan bagaimana."
Auckland (ANTARA News) - Petenis nomor lima dunia, David Ferrer, memastikan gelar keempatnya di Auckland Terbuka setelah menumbangkan petenis Jerman Philipp Kohlschreiber 7-6 (7-5), 6-1, Sabtu.

Kemenangan Ferrer pada turnamen yang menjadi pemanasannya jelang Australia Terbuka itu menandakan pencapaian Ferrer menyamai rekor yang pernah dipegang mantan petenis nomor satu dunia Roy Emerson, asal Australia, sebagaimana dikutip dari BBC.

Emerson meraih gelar juara Auckland pada tahun 1960, 1965, 1966 dan 1967. Sedangkan Ferrer, mendapat gelar Auckland pertama kali pada tahun 2007.

Namun Ferrer yang menerima email dari Emerson sebelum berlaga di final itu mengaku untuk merebut gelar kelima masih jauh dari pikirannya.

"Saat ini saya ingin menikmati kemenangan, meraih gelar juara lagi dan besok saya akan mulai fokus pada turnamen selanjutnya," ujar Ferrer seperti dikutip dari theaustralian.com.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi tahun depan. Saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi besok, jadi saya belum mau berpikir tahun depan akan bagaimana," tambah petenis asal Spanyol itu.

Petenis berusia 30 tahun itu selalu menang dalam dua set langsung selama empat laganya di final Auckland namun pada pertandingannya tahun ini, ia sedikit mendapat perlawanan dimana ia dipaksa bermain tiebreak oleh Kohlschreiber.

"Saya berusaha berjuang dalam setiap poin. Dia mengawalinya dengan sangat baik, bermain dengan kekuatan yang penuh, namun di saat poin kritis saya mampu mengendalikannya," kata Ferrer soal Kohlschreiber.

Ia menambahkan, "Saat tie break saya bermain lebih baik dari dia dan sebenarnya kuncinya ada pada set pertama."

Pada turnamen Grand Slam Australia Terbuka yang akan digelar di Melbourne tanggal 14-27 Januari mendatang, Ferrer memegang unggulan keempat dan akan ditantang oleh Oliver Rochus dari Belgia di putaran pertama. (M047)

Penerjemah: Monalisa
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2013