Jakarta (ANTARA) - Associate Provost dan Associate Professor of Accounting Practice dari Universitas Manajemen Singapura, Themin Suwardy, mengatakan perusahaan emiten Indonesia perlu memprioritaskan pelaporan keberlanjutan sebagai bagian dari praktik bisnis.
 
Langkah tersebut dapat membuat emiten menjadi tujuan investasi yang lebih terpercaya dan aman, baik di dalam maupun luar negeri.
 
"Pelaporan keberlanjutan menjadi penting karena bisa membuat perusahaan meningkatkan pengelolaan sumber daya, menjadi transparan dan stakeholder engagement perusahaan lebih baik, serta meningkatkan keunggulan kompetitif dan menarik investasi," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
 
Suwardy menuturkan kebutuhan pelaporan keberlanjutan merupakan perkembangan terkini bagi perusahaan-perusahaan Indonesia secara umum.

Baca juga: Manulife prediksi kinerja keuangan emiten 2023 tumbuh 6 persen

Baca juga: Emiten nikel Grup Harita resmi melantai di bursa, saham dibuka stagnan
 
Sedangkan, para pembuat kebijakan baru menetapkan kewajiban pelaporan tersebut bagi bank dan perusahaan terbuka pada tahun 2019 dan 2020.
 
Menurutnya, kebijakan itu sebenarnya menguntungkan perusahaan Indonesia karena mereka telah memulai perjalanan tentang keberlanjutan dalam memenuhi harapan para pemangku kepentingan yang meningkat dalam bidang keberlanjutan.
 
"Para pemangku kepentingan, termasuk para investor, pelanggan, pegawai, dan regulator, semakin lama semakin mengutamakan pelaporan keberlanjutan. Mereka mengharapkan transparansi dan bagaimana perusahaan merencanakan dan mewujudkan tujuan maupun strategi keberlanjutan perusahaan tersebut," kata Suwardy.
 
"Penyediaan informasi-informasi tersebut secara terpercaya, tepat waktu, dan dilakukan secara sukarela telah terbukti dapat menambah nilai perusahaan di mata para pemangku kepentingan," ucapnya.
 
Suwardy menjelaskan kelebihan utama dari pelaporan keberlanjutan adalah mempromosikan kemampuan manajemen sumber daya yang efisien.
 
Hal itu dicapai dengan mendorong perusahaan untuk mengukur, monitor, dan mengungkapkan konsumsi sumber daya sebagai bagian dari proses pelaporan.
 
Perusahaan menjadi bisa mengidentifikasi area manajemen sumber daya mana yang bisa ditingkatkan. Hal ini bisa mengurangi biaya, meningkatkan produktifitas, dan menciptakan peluang berkontribusi lebih bagi ekonomi dengan cara keberlanjutan.
 
Pelaporan keberlanjutan juga memiliki peran penting dalam mendorong transparansi dan meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan.
 
Dengan menawarkan pemahaman yang lebih mendalam bagi para pemangku kepentingan mengenai peran perusahaan dalam menangani tantangan-tantangan ESG, pelaporan keberlanjutan dapat meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan yang nantinya berkontribusi dalam tercapainya hubungan, kolaborasi dan kerja sama yang lebih kuat.
 
Selain itu, pelaporan keberlanjutan juga memberikan emiten Indonesia keunggulan kompetitif dan kesempatan menarik lebih banyak investasi. Perusahaan bisa mendapat reputasi yang menguntungkan dan membedakan perusahaan tersebut dari para kompetitor.
 
Posisi strategis tersebut memperkuat perusahaan dalam mendapatkan keuntungan kompetitif baik di pasar domestik maupun internasional karena para investor semakin memilih dan berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang menggunakan pelaporan keberlanjutan.*

Baca juga: KNKG sebut PUG-KI dorong praktik governansi korporat berstandar global

Baca juga: FUTR incar dana Rp153 miliar dari IPO untuk perluas pasar Asia Pasifik

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2023