Baghdad (ANTARA News) - Serangkaian serangan bom mobil di daerah Syiah Irak termasuk dua ledakan dalam serangan selang beberapa menit di satu pasar burung terkenal, menewaskan sedikitnya 16 orang Jumat.

Serangan-serangan yang juga mencederai lebih dari 40 orang itu terutama ditargetkan pada pasar-pasar yang sering ramai pada setiap Jumat, yang merupakan hari libur di Irak, menewaskan hampir 90 orang dalam sepekan aksi kekerasan.

Dua ledakan kembar yang menghantam satu pasar burung di daerah Kadhimiyah yang berpenduduk mayoritas Syiah menewaskan setidaknya 11 orang dan mencderai 30 orang lainnya, kata para perwira keamanan dan para pejabat medis.

Dua bom mobil meledak setelah pukul 09.00 waktu setempat di pasar itu yang biasanya ramai dikunjungi pada setiap Jumat.

Dan di provinsi Babil yang berpenduduk mayoritas Syiah, dua bom mobil di kota Shomali, selatan Baghdad, menewaskan lima orang dan mencederai 11 orang lainnya, kata para aparat keamanan dan para dokter.

Ledakan pertama terjadi di pinggiran kota itu kedua terjadi di satu pasar.

Para anggota kelompok garis keras Sunni, termasuk kelompok garis depan Al Qaida di Irak, sering menargetkan perkampungan Syiah dengan serangan-serangan berdarah dalam usaha mendorong negara itu kembali ke pertumpahan darah sektarian yang memuncak dari tahun 2005 sampai 2008.

Aksi kekerasan itu adalah terbaru dalam rangkaian kerusuhan di Irak, yang telah dilanda gelombang ledakan bom mobil dan serangan bunuh diri dalam pekan-pekan belakangan ini di tengah-tengah krisis politik dan gelombang unjuk rasa di daerah mayorits Sunni yang menyerukan penggulingan Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang Syiah.

Sejumlah 89 orang tewas dalam aksi kekerasan di seluruh negara itu dalam pekan lalu, dan Januari adalah bulan yang paling banyak korban tewas di Irak sejak September, kata data AFP.

Di antara serangan sejak Sabtu itu ada tiga serangan bom bunuh diri dalam beberapa hari, demikian AFP melaporkan.

(SYS/H-RN/H-AK)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013