Palu (ANTARA) -
Kementerian Sosial (Kemensos) turut membantu memenuhi kebutuhan korban asusila asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dan keluarganya.
 
"Keluarga korban masuk dalam kategori kurang mampu, sehingga perlu diberi bantuan, dan bantuan itu diperintahkan langsung oleh kementerian, bukan hanya untuk korban tetapi juga untuk kebutuhan orang tua yang mendampingi," kata Pekerja Sosial Kemensos Yulianingsih di Palu, Selasa.

Yulianingsih diperintahkan Kemensos melihat kondisi korban di Rumah Sakit (RS) Undata di Palu. Dia menjelaskan, bantuan yang dimaksudkan yakni pemenuhan sehari-hari selama perawatan di RS Undata Palu.
 
Tidak hanya itu, rencananya Kemensos juga akan memberikan bantuan pendidikan lanjutan kepada RO (korban asusila).
 
"Bantuan itu diharapkan bisa membantu korban hingga mendapat pekerjaan yang layak seperti anak pada umumnya," katanya.
 
Dia menambahkan, Kemensos juga memberikan bantuan untuk keluarga korban di kampung halaman, mulai dari kebutuhan pokok hingga bantuan sekolah untuk adiknya.
 
"Kemensos memberikan bantuan secara komprehensif, sehingga bukan hanya untuk korban tetapi juga keluarganya,” katanya lagi.
 
Ia menuturkan, Kemensos telah menawarkan tempat untuk orang tua korban di sentra Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos Kota Palu, kemudian bantuan berlanjut berupa dana untuk orang tua korban sebagai modal membuka usaha.
 
“Khusus korban rencananya usai perawatan medis akan kami beri pendampingan ke psikologi, hipnoterapi hingga akhirnya sampai menamatkan sekolah untuk bisa hidup mandiri,” demikian Yulianingsih.

Baca juga: DP3A Sulteng : Trauma korban asusila di Parigi Moutong belum pulih

Baca juga: Dokter ahli jiwa dilibatkan tangani trauma korban asusila di Sulteng

Baca juga: Gerakan perempuan bersatu gelar doa bersama untuk kesembuhan korban R

Pewarta: Mohamad Ridwan/Kristina Natalia
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2023