Kairo (ANTARA News) - Jumlah korban cedera naik menjadi 216 akibat bentrok antara personel pasukan keamanan dan demonstran antipemerintah di seluruh Mesir Jumat lalu, kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ahmed Omar kepada Xinhua, Sabtu.

"Sebanyak 210 dari 216 orang itu diobati dan diperkenankan pulang dari rumah sakit. Hanya enam orang masih dirawat; lima orang cedera di luar istana presiden di ibukota Mesir, Kairo, dan satu orang di Gubernuran Gharbiya," kata Omar. 

Ia menyatakan di Gharbiya saja --sekitar 80 kilometer sebelah utara Kairo-- lebih dari 160 orang cedera.

Demonstrasi melanda seluruh wilayah Mesir, saat ribuan demonstran antipemerintah turun ke jalan utama dan lapangan umum membawa tanda dan meneriakkan slogan menentang Presiden Mohamed Moursi dan Ikhwanul Muslimin.

Sebagian dari mereka menuntut pemecatan pemerintah "yang tidak berkualitas", menteri dalam negeri dan jaksa agung, kata Xinhua. 

Mereka juga menuntut perubahan Undang-Undang Dasar, yang baru disusun dan kontroversial, serta orang yang bertanggungjawab atas kematian lebih dari 50 demonstran  dalam beberapa bentrokan baru-baru ini dengan pasukan keamanan.

Unjuk-rasa bertitel "Jumat Kedaulatan" atau "Jumat Kepergian" ini juga mengutuk tindakan polisi terhadap seorang demonstran yang dipukuli dan ditelanjangi sebelum diseret kendaraan polisi.

Bentrok paling sengit terjadi di Gharbiya, Kairo, Iskandariyah, Kfar Esh-Sheikh dan Sharqiya.

(C003) 

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2013