New York (ANTARA News) - Pasar saham global jatuh dan euro merosot ke level terendah dalam dua bulan pada Jumat karena data ekonomi lemah dari Eropa dan China telah menekan harga, namun saham Wall Street terangkat oleh sentimen berita menguatnya sektor manufaktur dan konsumen AS.

Oligasi pemerintah mengalami rally dan dolar menguat karena aksi beli menyusul kekhawatiran mengenai pemangkasan belanja AS, dan kebuntuan politik pascapemilu Roma masih menjadi faktor buruk utama bagi aset-aset yang dianggap lebih berisiko.

Pertumbuhan manufaktur AS, yang naik dengan laju tercepat dalam satu setengah tahun di bulan Februari, telah mengimbangi sejumlah kegelisahan itu. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas pabrik nasional naik menjadi 54,2 dari 53,1 pada Januari, lebih tinggi dari perkiraan para ekonom 52,5.

Sementara data ekonomi dari Eropa dan China mengecewakan, ada tanda-tanda yang jelas dari pemulihan ekonomi AS, dan beberapa bukti bahwa Jepang mulai membaik, sebuah ayunan faktor potensial pada tahun 2013, kata Andrew Milligan, kepala analis global Standard Life Investment di Edinburgh sebagaimana dikutip Reuters.

Sebuah laporan menunjukkan sentimen konsumen AS naik pada Februari, bukti lain dari optimisme, bahkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal pemberlakuannya kian dekat.

Harga saham-saham di Wall Street dibuka melemah tapi kemudian rebound setelah laporan ISM dan indeks sentimen konsumen AS.

Indeks Dow Jones ditutup naik 26,64 poin atau 0,19 persen menjadi 14.081,13, indeks 500 Standard & Poor's naik 2,83 poin atau 0,19 persen pada 1.517,51, sedangkan indeks Nasdaq menguat 6,13 poin ke posisi 3.166,32.

Indeks ekuitas semua-negara dunia MSCI melemah 0,24 persen ke 353,59. Di Eropa, indeks komposit FTSE 300 jatuh 0,24 persen ditutup pada 1.168,64.

Nilai tukar Euro terhadap dolar AS berada pada level terendah 2013. Euro jatuh ke level 1,2868 dolar, terendah sejak 10 Desember, dan penurunan terakhir sebelumnya 0,28 persen ke level 1,3022 dolar.

Terhadap yen Jepang, dolar naik menjadi 93,68 yen, naik 1,1 persen dari penutupan terakhir sebelumnya 93,56 yen.

Sementara harga minyak turun ke level terendah enam minggu di bawah 110 dolar per barel, karena meningkatnya kekhawatiran prospek masif pemangkasan belanja AS dan kekecewaan atas data ekonomi Eropa.

Minyak mentah untuk pengiriman April jatuh 92 sen ke 110,46 dolar per barel. Minyak AS terkoreksi 1,37 dolar menjadi 90,68 dolar per barel, demikian dikutip dari Reuters.

(*)

Penerjemah: Suryanto
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013