Yangon (ANTARA News) - Polisi Myanmar menangkap 18 tersangka terkait kasus kerusuhan di Meikhtila, wilayah Mandalay utara pada 20 hingga 22 Maret, demikian disampaikan sumber Kementerian Penerangan melalui lamannya.

Sementara sepuluh tersangka lain sedang diburu, kata sumber itu.

Sumber tersebut menambahkan, 17 tersangka terkait dengan pembakaran di Yamethin, sekitar 54 kilometer dari Meikhtila, juga telah ditahan oleh polisi setempat.

Puluhan rumah termasuk bangunan keagamaan dilaporkan dibakar di Yamethin pada Sabtu malam.

Di Meikhtila, 32 orang secara resmi dikonfirmasi tewas dalam kerusuhan yang menyebabkan lebih 9.600 orang kehilangan tempat tinggal.

Situasi di Meikhtila tetap tenang sejak Presiden Myanmar U Thein Sein menyatakan keadaan darurat di empat wilayah pada Jumat, dan pasukan bersenjata dikerahkan untuk menghadapi kerusuhan.

Kerja bantuan dan rehabilitasi telah berlangsung di daerah-daerah yang dilanda kerusuhan di mana enam kamp bantuan telah didirikan.

Kehidupan di Meikhtila dilaporkan kembali normal pada Sabtu pagi.

Kerusuhan ini dipicu oleh perkelahian antara pembeli Buddha dan pemilik toko Muslim di sebuah toko emas pada Rabu.

Selama kerusuhan, 152 rumah dan 13 bangunan keagamaan dibakar dengan dua kendaraan bermotor dan tiga sepeda motor dihancurkan, menurut sumber-sumber resmi.


Penerjemah : Askan Krisna

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2013