Surabaya (ANTARA) - SMA Muhammadiyah 10 (SMAM X) Surabaya meresmikan program Passion Homeschooling untuk memfasilitasi siswa atlet yang tidak bisa mengikuti sekolah secara reguler.

"Program disiapkan secara khusus bagi siswa-siswi yang memiliki kendala untuk belajar langsung di sekolah," kata Ketua Program Passion Homeschooling SMAM X Surabaya Alvin Nurwahyu di Surabaya, Senin

Program itu diresmikan agar para atlet bisa tetap belajar dan merasakan nuansa bersekolah meski dari rumah dan daring, seperti perpustakaan buku daring, konsultasi belajar daring, dan sebagainya.

Bagi siswa yang ingin menjalani program ini, kata Alvin, harus melalui asesmen perihal kendala atau sebab harus ikut Passion Homeschooling.

Baca juga: Kata Kak Seto tentang "homeschooling" saat ini

Baca juga: Biasa homeschooling, Yasamin Jasem coba rasanya sekolah konvensional


"Program ini memang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMAM X yang memiliki kendala khusus untuk datang langsung ke sekolah, seperti kendala fisik berat, problem psikologis akut, termasuk juga untuk para siswa atlet," kata pria yang juga Waka Kurikulum SMAM X ini.

Lebih lagi, siswa yang dimiliki SMAM X, tak sedikit yang menggeluti dunia olahraga atau menjadi atlet profesional. Karena profesinya ini, mereka seringkali terkendala secara tatap muka dalam pembelajaran karena berbenturan dengan jadwal latihan atau pertandingan.

"Kami membuat program ini agar menjadi solusi bagi para siswa atlet tersebut, sehingga mereka bisa tetap fokus mengejar prestasinya tanpa harus ketinggalan sekolah. Terutama juga bagi siswa-siswa yang memiliki problem fisik atau psikologis," ujar Alvin.

Terkait kendala psikologis tersebut, Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Muchlas M.Pd., menyebut saat ini hal tersebut menjadi sebuah fenomena dan harus diperhatikan sekolah. Permasalahan kesehatan mental remaja merupakan isu yang harus lekas diberikan solusinya.

"Program baru SMAM X ini saya rasa dapat menjadi solusi bagi permasalahan pendidikan bagi para remaja saat ini," ujar Prof. Muchlas.

Ia menambahkan sekolah masa kini sudah harusnya memberikan kemerdekaan dalam belajar bagi semua siswa tanpa terkecuali.

Menurutnya, apapun hambatan yang dimiliki siswa tidak lantas membuat mereka kehilangan kesempatan untuk bersekolah. Sekolah lah yang harusnya kreatif memberikan alternatif bantuan.

"Program yang digagas oleh SMAM X ini menunjukkan bahwa sekolah ini serius melayani para siswanya," ucapnya.*

Baca juga: Pendiri sekolah rumah ajarkan anak kebutuhan khusus pendidikan vokasi

Baca juga: Anak ogah sekolah, ini saran Kak Seto


Pewarta: Willi Irawan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2023