FOLK Group memiliki 5 tangga dalam 'roadmap' besar 5 tahun, IPO hanyalah tangga pertama
Jakarta (ANTARA) - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta pada Senin, dengan berhasil meraih dana sebesar Rp57 miliar.

Dalam IPO, perseroan menawarkan sebanyak 570 juta saham biasa atau setara 14,44 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan menawarkan harga IPO sebesar Rp100 per saham.

Komisaris Utama FOLK Group Bong Chandra di Jakarta, Senin, mengatakan perseroan saat ini beroperasi pada dua industri utama, yaitu new media dan consumer, yang mana melalui beberapa entitas anaknya, memiliki tiga pilar utama yang menjadi fondasi inti dari ekosistem perseroan.

“FOLK Group memiliki 5 tangga dalam 'roadmap' besar 5 tahun, IPO hanyalah tangga pertama. Berbekal team management muda dan inovatif serta Co-Founder dengan rekam jejak yang baik, Kami yakin FOLK Group akan menjadi katalis di industri kreatif Indonesia” ujar Chandra.

Selama semester I-2023, Chandra mengatakan ekosistem perseroan telah menjual lebih dari 149 ribu produk, dan selama perseroan berdiri telah melayani lebih dari 500 ribu total unique customers.

Baca juga: Resmi IPO, Minahasa Membangun Hebat raup dana Rp26 miliar

Baca juga: OJK catat dana terhimpun di pasar modal Rp162,09 triliun


Kemudian, FOLK Group juga memiliki total 20+ Intellectual Properties & Brand, yang mana sampai dengan Juli 2023 beberapa media channel di ekosistem FOLK Group memiliki lebih dari 352 juta total views.

Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 285,00 juta atau sebanyak 8,44 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat IPO.

Chandra mengatakan Waran Seri I yang menyertai penerbitan Saham Baru adalah Efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp20 per saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp200.

Dengan demikian, seluruhnya adalah sebesar Rp57,00 miliar mempunyai jangka waktu satu tahun sejak diterbitkan, yang mana Waran Seri I dapat dilaksanakan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai 07 Februari 2024 sampai dengan 06 Agustus 2024.

Adapun bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek yaitu PT KGI Sekuritas Indonesa dan PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Sebagai informasi, saham FOLK tercatat naik 14 persen ke posisi Rp114 dari harga penawaran Rp100 per saham, dengan level tertinggi Rp135 per saham dan level terendah Rp113 per saham, dengan total frekuensi perdagangan 1.496 kali dengan volume perdagangan 501.876 saham dan nilai transaksi harian Rp6,44 miliar.

Selama empat tahun terakhir, FOLK membukukan 'Compounded annual growth rate" (CAGR) pendapatan 224 persen dan CAGR laba bersih 248 persen. Pada 2022, pendapatan perseroan adalah sebesar Rp40,24 miliar dengan laba bersih Rp5,20 miliar.

Dari sisi liabilitas, perseroan bisa dibilang hampir "debt free' dengan tingkat Debt to Equity (DER) yang rendah yaitu sebesar 0,06 kali per akhir Desember 2022, yang mana tingkat DER yang rendah dan Net Profit Margin (NPM) 12,93 persen pada 2022.

Baca juga: Resmi IPO, bioskop Cinema XXI raih dana Rp2,25 triliun

Baca juga: RMKO targetkan laba bersih capai Rp40 miliar di 2023 usai IPO

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2023