peningkatan produksi aluminium akan dicapai dengan melakukan pot upgrading dan pot optimization yang dijadwalkan akan rampung pada akhir tahun ini.
Jakarta (ANTARA) -
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menargetkan peningkatan kapasitas produksi aluminium fasilitas smelter di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menjadi 300 ribu ton per tahun pada 2024.
 
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Senayan, Jakarta Pusat,  Kamis, Direktur Utama PT Inalum, Danny Praditya mengatakan peningkatan produksi aluminium akan dicapai dengan melakukan pot upgrading dan pot optimization yang dijadwalkan akan rampung pada akhir tahun ini.
 
Dengan pot upgrading dan pot optimization, kata Danny, secara keseluruhan smelter Kuala Tanjung, yang saat ini dapat memproduksi 250 ribu ton aluminium per tahun, akan mengalami peningkatan produksi hingga mencapai kapasitas 300 ribu ton.
 
"Ini akan menambah kapasitas produksi aluminium menjadi tambahan 25 ribu begitu juga untuk optimasi diharapkan juga akan menambah kapasitas menjadi 25 ribu sehingga total untuk smelter yang ada di Kuala Tanjung akan dapat menghasilkan output sebesar 300 ribu ton per tahun," kata Danny.

Baca juga: Kemenperin: Hilirisasi dilihat dari nilai tambah bukan kepemilikan
 
Danny juga memaparkan proyek strategis ekspansi smelter aluminium brownfield dan greenfield guna mewujudkan swasembada aluminium untuk memenuhi permintaan domestik yang mencapai 1,2 juta ton per tahun sekaligus.
 
"Dua inisiatif strategis berupa ekspansi brownfield dan greenfield aluminium smelter menjadi sangat critical untuk kita bisa menjadi swasembada aluminium demi memenuhi kebutuhan aluminium di domestik," ujar Danny.

Baca juga: Kemenkeu minta pembangunan smelter dipercepat hingga akhir 2023
 
PT Inalum juga akan melakukan proyek strategis Aluminium Sekunder Fase 1 dan 2 serta kriteria strategis yaitu penyediaan tenaga listrik untuk smelter greenfield dan brownfield yang membutuhkan pasokan energi sebesar 800 megawatt.
 
"Untuk greenfield atau untuk brownfield dibutuhkan tambahan kurang lebih 800 megawatt di Kuala Tanjung sementara untuk greenfield di Mempawah, Kalimantan Barat, untuk diintegrasikan dengan smelter grade alumina refinery dan bauksit mine itu kebutuhannya kurang lebih 800 megawatt," ucap Danny.

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2023