Dua Turis Hilang di Pantai Gili Trawangan Ditemukan

Mataram (ANTARA News) - Dua turis asal Belanda dan Korea Selatan yang hilang terseret arus saat latihan menyelam di Perairan Pantai Gili (pulau kecil) Terawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan hidup, Kamis sekitar pukul 09.00 Wita, sekitar 13 mil laut dari tempatnya menyelam. Kepala Kantor Search And Reque (SAR) Mataram, Ida Bagus Budhisma di Mataram, Kamis mengatakan, kedua turis tersebut adalah Adrianus Hilbranmak berkewarganegaraan Belanda dan Jungeun Lee asal Korea Selatan, hilang saat latihan menyelam di obyek wisata Gili Terawangan, Rabu (28/6) sekitar pukul 15.15 Wita. Dikatakan, setelah sekitar dua jam ditunggu kedua turis tersebut tidak terlihat naik ke permukaan, karena itu langsung dilakukan pencarian, namun hingga malam tidak ditemukan, kedua wisatawan asing itu kemungkinan terseret arus yang cukup deras. Keesokan harinya, Kamis kembali dilakukan pencarian dengan melibatkan Tim SAR, kemudian sekitar pukul 09.00 Wita ditemukan di sekitar Pantai Malimbu, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang dalam keadaan masih hidup. "Sekarang kedua turis asing tersebut masih beristirahat di tempat penginapannya di Gili Terawangan, karena semalaman berenang di laut," kata Budhisma. Sementara itu, sebelumnya empat warga yang tenggelam terseret ombak di kawasan wisata Senggigi Senin (26/9) juga sudah ditemukan tiga meninggal dunia dan satu orang hidup. Budhisma mengatakan, pada pencarian hari pertama yang dilakukan Tim SAR ditemukan satu orang selamat, kemudian pada pencarian hari berikutnya ditemukan lagi dua orang sudah meninggal dunia dan satu lagi ditemukan Rabu (28/6) juga telah meninggal dunia. Keempat warga Senggigi pencari ikan yang biasa menggunakan tombak di air surut itu pada Sore Senin hingga malam berjalan disepanjang pantai, tiba-tiba diterjang ombak besar sehingga mereka terseret ke tengah laut.(*)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2006

Kapal yang ditumpangi wartawan kepresidenan tenggelam di Labuan Bajo

Komentar