Polisi kembali rekonstruksi kasus penembakan pesawat Trigana

Polisi kembali rekonstruksi kasus penembakan pesawat Trigana

Penembakan Pesawat Trigana Kondisi pesawat Trigana Air yang menabrak bangunan usai ditembaki orang tak dikenal di bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Senin (9/4). Polisi menduga pelaku penembakan pesawat yang mengakibatkan satu orang wartawan Papua Post meninggal tersebut terdiri dari lima hingga sepuluh orang. (FOTO ANTARA/Krishadiyanto)

Jayapura (ANTARA News) - Penyidik Polda Papua, Kamis, kembali melakukan rekonstruksi terhadap kasus penembakan pesawat Trigana di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya.

Rekontruksi yang dikawal ketat anggota polisi itu melibatkan Yonggor Talenggen, dilaksanakan di sekitar bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Penembakan pesawat jenis Twin Otter milik Trigana itu menewaskan salah satu penumpangnya yakni Lerion Kogoya yang bekerja di salah satu penerbitan lokal.

Kasus penembakan pesawat Trigana yang sebelumnya terbang dari Nabire itu terjadi 8 April yang menyebabkan pesawat lain enggan melayani rute ke Mulia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Gede Sumerta mengakui, saat ini memang sedang dilakukan rekonstruksi kasus penembakan pesawat Trigana.

Dikatakan, sebelumnya penyidik juga sudah melakukan rekonstruksi kasus penembakan anggota Brimob dengan pelaku Yonggor Talenggen.

Rekonstruksi kasus penembakan anggota Brimob itu dilakukan di ruas jalan Angkasa-Pasir Dua, Kota Jayapura.

"Sedangkan kasus penembakan pesawat Trigana dilakukan di Bandara Sentani," katanya.

Yonggor Talenggen sendiri kepada penyidik sudah mengaku ikut terlibat dalam kedua insiden yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya pada 2012. (E006/E005)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar