Jangan sampai ISG itu dibuka di Pekanbaru dan ditutup di KPK
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo khawatir jika pelaksanaan pesta olahraga Islamic Solidarity Games tetap di Riau,  ajang tersebut akan berakhir di Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Jangan sampai ISG itu dibuka di Pekanbaru dan ditutup di KPK," kata Roy Suryo usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balaikota DKI Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, pesta  olahraga yang diikuti 50 negara peserta OKI yang seharusnya dilaksanakan di Pekanbaru, Riau mulai 6-17 Juni 2013 dipindahkan ke DKI Jakarta, demi menjaga nama baik Indonesia dimata internasional.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan pelaksanaan ISG dipindah, di antaranya fasilitas olahraga di lokasi yang dulunya tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 tersebut dirasa tidak mumpuni.

"Apalagi banyak venue (arena) yang tidak memenuhi syarat internasional seperti kurang dalam. Bahkan dari Islamic Solidarity Sport Federation memang memberikan catatan yang banyak untuk menggelar di Pekanbaru," katanya. Islamic Solidarity Sport Federation meminta pihak Indonesia untuk tidak menyelenggarakannya di Pekanbaru.

Selain itu juga masalah belum selesainya perkara penyelesaian hutang sebesar Rp240 miliar saat pembangunan sarana olahraga.

"Karena ada permasalahan, sampai saat ini belum lunas dan tidak mungkin terlunasi karena anggaran Rp240 miliar, panitia KSO sudah tutup stadion itu karena sudah tiga kali tidak dilunasi oleh panitia daerah," katanya.

"Yang terakhir adalah yang membuat kami sulit adalah status Gubernur Riau, Rusli Zainal yang kemudian menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yg lain," katanya.

Islamic Solidarity Games akan dilaksanakan pada 22 September hingga 1 Oktober 2013. 

Pewarta: Deny Yuliansari
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2013