Phnom Penh (ANTARA) - Inisiatif Pembangunan Global (GDI) yang diusulkan China dinilai menjadi kontributor utama bagi pembangunan sosial ekonomi dan pengurangan kemiskinan di negara-negara berkembang, demikian penjelasan pengamat asal Kamboja pada Kamis (14/9).

Supervisor penelitian di perkumpulan pemikir independen di Phnom Penh, Asian Vision Institute Thong Mengdavid mengatakan GDI akan membantu sejumlah negara berkembang untuk mempercepat implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Agenda for Sustainable Development) 2030.

"GDI, bersama dengan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (BRI), sangat penting untuk mempromosikan perdamaian global, keamanan, dan pembangunan bersama, serta untuk membangun dunia yang terbuka, inklusif, bersih, dan indah," kata dia kepada Kantor Berita Xinhua.

Dia menambahkan GDI telah memberi dorongan yang kuat terhadap upaya negara-negara berkembang dalam mengentaskan kemiskinan, menjamin ketahanan pangan, memitigasi perubahan iklim, dan mempromosikan pembangunan ramah lingkungan.
 
(Xinhua)


"GDI memberikan dorongan untuk pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia yang didasarkan pada keterbukaan, inklusivitas, saling menghormati, perdamaian abadi, pembangunan bersama, dan kemakmuran," katanya.

Meski beberapa negara Barat melabeli investasi dan bantuan keuangan China sebagai "jebakan utang", Mengdavid mengatakan investasi China selalu mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan sejumlah proyek berkualitas guna menjamin bahwa bantuan tersebut digunakan untuk memberi manfaat bagi penduduk setempat.

Mengdavid menambahkan China secara tradisi memimpin dalam hal pembangunan serta kekayaan global dan bahwa GDI, bersama dengan BRI, mendorong kontak sosial, pemahaman budaya, ketahanan ekonomi, dan aktivitas komersial transnasional di seluruh dunia.

"China memainkan peran utama dalam mempromosikan integrasi regional dan global, tata kelola pemerintahan, dan multilateralisme," kata dia, menambahkan melalui GDI dan BRI, China memberikan kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang stabil dan telah berbagi hasil pembangunannya dengan seluruh dunia."
 
   (Xinhua)


"Bagi Kamboja, negara kerajaan itu mendukung dan menyambut baik semua bantuan asing. Dukungan China untuk Kamboja tidak memiliki pamrih dan tidak ada agenda politik tersembunyi," kata dia.

Di bawah proyek-proyek BRI, jelas Mengdavid, para investor China telah meningkatkan mata pencaharian masyarakat Kamboja melalui pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Pakar tersebut mengatakan banyak proyek China saat ini sedang berlangsung di Kamboja untuk membantu mengubah negara Asia Tenggara itu menjadi pusat ekonomi regional.

Mengdavid mengatakan GDI dan BRI akan membantu Kamboja mencapai tujuan ambisiusnya menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas pada 2030 dan negara berpenghasilan tinggi pada 2050.

Pewarta: Xinhua
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2023