Jakarta (ANTARA) - Pembangunan desa wisata diharapkan tidak hanya sebatas meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tetapi juga meningkatkan kualitas kunjungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan desa wisata harus naik kelas, tidak lagi sebatas bertujuan mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan, namun juga kualitas kunjungan menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Florida Pardosi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan kesejahteraan masyarakat lokal menjadi fokus pengembangan sektor pariwisata, karena masyarakat lokal menjadi pemilik dan pemeran utama yang memastikan kelangsungan pariwisata. Terutama destinasi berbasis alam seperti di Danau Toba.

Baca juga: Kemenparekraf kuatkan sinergi antara desa wisata tingkatkan ekonomi

"Dalam hal ini diperlukan kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam menjaga kelestarian alam dan budaya agar keindahan dan keunikan destinasi wisata Indonesia tetap tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, penting menyiapkan dan melakukan pengembangan sumber daya manusia pariwisata dalam pengembangan desa wisata.

"Kami melakukan sosialisasi Sadar Wisata 5.0, yang mana para pelaku pariwisata dibekali dengan pengetahuan mengenai Sapta Pesona, Pelayanan Prima, CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety dan Environment Sustainability), di antaranya dua desa wisata di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf serahkan bantuan pendanaan ke Desa Wisata Religi Bongo

Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf Martini M Paham mengatakan SDM memiliki peran penting dalam upaya menghadirkan pelayanan prima bagi wisatawan, khususnya untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Ada tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A. Tapi tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau human resource-nya atau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya,” kata Martini..

Untuk itu, lanjut Martini, Kampanye Sadar Wisata 5.0 diselenggarakan guna mendorong peningkatan kapasitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desa wisata.

Baca juga: Kemenparekraf serahkan bantuan untuk 18 desa wisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun Muhammad Fikri Fanani Damanik berharap pembangunan pariwisata di kawasan Danau Toba tetap terjaga.

“Kita ingin pariwisata kita tetap baik, kawasan Danau Toba ini tetap terjaga, dan semoga kegiatan ini sejalan dan berbanding lurus dengan semangat dan kekompakan masyarakat dalam membangun pariwisata disini. Kita tinggal di kawasan pariwisata prioritas, untuk itu kita juga harus bisa meyakinkan semua pihak bahwa Danau Toba ini layak dikunjungi dengan kesigapan masyarakat dalam melayani kunjungan wisatawan,” kata Fikri.

 

Pewarta: Indriani
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2023