Washington (ANTARA News) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16/5) memasukkan ke daftar hitam empat menteri pemerintahan, satu maskapai penerbangan dan satu stasiun televisi Suriah yang disebut telah membantu pemerintah Bashar al-Assad dalam penindasan selama dua tahun terhadap kekuatan-kekuatan oposisi.

Langkah itu mengikuti sanksi-sanksi luas yang diterapkan AS terhadap bantuan apapun kepada Suriah sejak mulai berlangsungnya perang saudara antara pemerintah Presiden Bashar al-Assad dan kelompok-kelompok oposisi.

Departemen Keuangan AS mengatakan maskapai penerbangan Suriah, Syrian Arab Airlines, telah membantu Penjaga Revolusioner Islam Iran mengirimkan kargo ilegal, termasuk roket, senjata dan amunisi anti-pesawat, untuk membantu pemerintah Suriah. 

AS juga menuduh stasiun televisi swasta Suriah, Al-Dunya Television, membantu Assad melancarkan propaganda dengan menyiarkan pengakuan-pengakuan yang dipaksakan.

Al-Dunya juga membantu pemerintah menyebarkan kasus-kasus senjata palsu dan menangkap orang-orang yang telah diwawancarai, demikian pernyataan Departemen Keuangan yang dilansir Reuters.

Departemen itu juga memasukkan ke daftar hitam empat pejabat Suriah: menteri pertahanan, kesehatan, industri dan kehakiman, sebagai bagian dari langkah lebih luas untuk menjegal gerakan-gerakan pemerintah.

Menurut pemerintah AS, Menteri Pertahanan Suriah, Fahed Jaseem al-Freij, telah memimpin angkatan bersenjata Suriah dalam penyerangan udara dan menjatuhkan hukuman kepada para warga sipil.

"Departemen Keuangan akan terus menggunakan semua alat dalam kekuasaan kami untuk membeberkan dan mengacaukan jaringan-jaringan keuangan bagi mereka yang bertanggung jawab menjalankan kampanye mengerikan pemerintahan Suriah untuk menindas rakyatnya," kata Wakil Menteri Keuangan bidang Terorisme dan Intelijen Keuangan David Cohen seperti dikutip Reuters.

Sanksi-sanksi baru itu melarang warga negara AS untuk berurusan dengan para pejabat dan perusahaan-perusahaan Suriah yang telah dimasukkan ke daftar hitam.

Sanksi juga termasuk pembekuan aset-aset mereka di AS.

Kendati para pejabat tersebut kemungkinan tidak memiliki rekening di bank-bank AS, banyak bank asing enggan berurusan dengan perusahaan-perusahaan dan orang-orang yang telah masuk ke daftar hitam AS.

Pada tahun 2011, AS membekukan semua aset Suriah di AS dan melarang warga AS menanamkan modal baru atau mengekspor jasa ke Suriah.

AS juga telah menerapkan sanksi-sanksi terhadap pemerintah Suriah, bank sentral, perusahaan-perusahaan minyak dan lebih dari 100 perorangan.


Penerjemah: Tia Mutiasari

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013