Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar pagelaran Budaya Sadar Bencana di Kota Gorontalo, dengan harapan dapat mengedukasi generasi muda agar memahami kebudayaan yang berkaitan dengan aspek kebencanaan

Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Sabtu, mengatakan Pagelaran Budaya Sadar Bencana Melalui Kearifan Lokal diselenggarakan dengan tema "Mopolayio Lipu" yang berarti Menjaga Negeri Lindungi Alam.

"Tidak hanya sekedar terhibur, namun sekaligus teredukasi mengenai kebencanaan khususnya bagi generasi muda," ujar Rustian.

Pertunjukan tersebut menyajikan beragam penampilan tarian tradisional serta drama musikal dengan melibatkan generasi muda yang tergabung dalam Sanggar Makuta di Lapangan Taruna Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (6/10).

Rustian menjelaskan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki potensi bencana banjir yang tinggi. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah terjadi 180 kali kejadian banjir yang menelan korban jiwa hingga lebih dari satu juta orang mengungsi.

Terlebih saat memasuki musim kemarau, Gorontalo juga menjadi wilayah terdampak bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

"Saat ini ada empat kabupaten di Gorontalo yang menetapkan status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, hal ini tentu menuntut kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana," ucap Rustian.

Rustian turut mengingatkan bahwa bencana adalah peristiwa yang berulang. Ia berharap edukasi melalui budaya sadar bencana ini dapat melanjutkan tongkat estafet ketangguhan kepada generasi selanjutnya dalam menghadapi potensi bencana.

"Kami optimis dan berharap pesan-pesan mitigasi dan kesiapsiagaan dapat tersampaikan kepada generasi muda sehingga ketangguhan menghadapi bencana dapat selalu kita tumbuhkan dari generasi ke generasi," tuturnya.

Baca juga: BNPB tingkatkan siap siaga di gelar budaya sadar bencana Pulau Sumba

Sejalan dengan hal tersebut, Penjabat Gubernur Gorontalo dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Handoyo Sugiharto, menyampaikan telah memfasilitasi pembentukan 267 desa kelurahan tangguh bencana dari 729 desa/kelurahan yang ada di Provinsi Gorontalo.

Setelah kegiatan secara resmi dibuka melalui prosesi membunyikan alat musik tradisional khas Gorontalo "Palo-Palo", kegiatan dilanjutkan dengan iringan musik tradisional yang menceritakan tentang tokoh nasional Gorontalo Nani Wartabone dipersembahkan oleh Sanggar Gita Cemerlang.

Tari Walao Bajo yang berarti Anak Laut tinggal di dermaga sebagai penjaga dan pelestari laut. Adapun Tari Tidi Lo Tihuo yang merupakan tarian klasik Gorontalo menggunakan rantai sebagai simbol persatuan, kesatuan dan perwujudan gotong royong serta rasa syukur karena memperoleh berkah dari Allah SWT.

Selain tari tradisional, penampilan tari kreasi bertajuk Tari Anak Tanah Air, menceritakan tentang perjuangan menjaga tanah air bagi kehidupan generasi selanjutnya.

Drama Musikal "Tahuli Li Nene" atau Pesan Nenek menjadi acara puncak yang menampilkan wasiat utama sang nenek sebagai tukang sapu jalan, menyebut sikap generasi muda yang tidak peduli dengan kebersihan dan kemalasan dalam menjaga lingkungan mengakibatkan petaka bencana banjir sehingga manusia saling menyalahkan.

Dalam kesempatan ini, BNPB juga memberikan bantuan dukungan operasional peralatan dalam penanganan darurat bencana kekeringan di Provinsi Gorontalo yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Sekretaris Utama BNPB kepada Penjabat Gubernur Gorontalo.

Adapun bantuan ini terdiri dari 30 unit tandon air dengan kapasitas 1.100 liter, empat unit pompa air atau alkon 3 inch, selang spiral 3 inch 25 meter, lima rol selang buang 3 inch 50 meter dan 100 meter serta 50 unit perlengkapan safety berupa sepatu, helm, baju anti panas dan kaus tangan serta 1.000 paket sembako.


Baca juga: Kepala BNPB sampaikan pesan sadar bencana untuk mitigasi bahayanya
Baca juga: TDMRC-USK tingkatkan kesadaran mitigasi masyarakat berbasis teknologi

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2023