Stok beras untuk kebutuhan masyarakat dipastikan aman hingga musim tanam 2024.
Mataram (ANTARA) - Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan penyaluran bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk alokasi Oktober 2023 telah mulai dilakukan dalam rangka menjaga inflasi sesuai dengan program pemerintah.

"Sekarang kami mulai melakukan penyaluran bantuan cadangan beras pemerintah untuk kuota Oktober 2023," kata Kepala Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB David Susanto, di Praya, Selasa.

Ia mengatakan, untuk penyaluran cadangan beras pemerintah kuota September telah rampung dilakukan di 10 kabupaten/kota di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara. Selain itu di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.

"Stok beras untuk kebutuhan masyarakat dipastikan aman hingga musim tanam 2024," katanya pula.

Dia menyebutkan, jumlah penerima bantuan cadangan beras pemerintah untuk Kota Mataram mencapai 36.363 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), Kabupaten Lombok Barat sebanyak 86.087 KPM, Lombok Utara sebanyak 37.342 KPM, Lombok Tengah sebanyak 142.572 KPM, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 145.078.

Sedangkan untuk Kabupaten Lombok sebanyak 47.252 KPM, Sumbawa Barat sebanyak 12.863 KPM, Dompu sebanyak 26.044 KPM, Kabupaten Bima sebanyak 54.320, dan Kota Bima sebanyak 14.775 KPM.

"Jumlah penerima bantuan cadangan beras pemerintah tahap II mulai September hingga November 2023 mencapai 602.701 kelompok penerima manfaat. Sedangkan untuk total beras yang disalurkan sebanyak 6.027.010 Ton," katanya lagi.

Ia mengatakan penyebab kenaikan harga beras di pasaran yang mencapai Rp13-Rp14 ribu per kilogram adalah alamiah dan terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Namun kenaikan beras pada musim kemarau 2023 ini cukup dirasakan oleh masyarakat.

"Perum Bulog kemudian berupaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga beras, sehingga kita gencar melaksanakan stabilisasi harga dengan menyalurkan bantuan pangan," katanya pula.
Baca juga: Bulog: Produksi beras di NTB bisa mencapai 1 juta ton per tahun
Baca juga: Pemda tak ada opsi beras impor masuk NTB

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2023