Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kyai Haji Marsudi Syuhud mendorong kolaborasi semua pihak untuk membantu meringankan beban kemanusiaan di Palestina akibat eskalasi konflik dengan Israel.

Ia menilai isu Palestina kini bukan tentang agama saja, melainkan menjadi isu kemanusiaan yang membutuhkan perhatian khusus masyarakat.

"Kalau saya lihat bahwa tidak sekadar persoalan agama saja di Palestina. Tapi persoalan kemanusiaan, karena ada agama-agama lain yang ikut menderita," ujar Waketum MUI Kyai Marsudi dalam acara Peduli Kemanusiaan untuk Mewujudkan Palestina Yang Merdeka dan Berdaulat di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Sekjen PBB serukan gencatan senjata kemanusiaan demi bantuan ke Gaza

Ia menyampaikan bantuan sekecil apapun yang diberikan kepada Palestina akan membantu meringankan tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat akibat agresi militer Israel.

Menurutnya isu kemanusiaan di Palestina sudah berlangsung selama lebih dari puluhan tahun, namun konflik kemanusiaan tersebut belum menemui titik damai hingga hari ini.

Baca juga: Sejumlah waralaba McDonald’s di Timur Tengah dukung Palestina

Sehingga ia menyampaikan melalui kolaborasi bersama dengan tokoh agama, organisasi masyarakat, dan juga pemerintah diharapkan menghasilkan sebuah konklusi yang dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat Palestina.

"Sekecil apapun yang kita lakukan dari mulai diplomasi sampai meringankan beban masyarakat yang kena dampak, baik itu doa bahkan pernyataan, bisa turut meringankan mereka," katanya.

Baca juga: Baznas ajak masyarakat galang bantuan kemanusiaan untuk Palestina

Adapun menurutnya, masyarakat internasional saat ini sedang berfokus untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di Palestina. Desakan dari masyarakat dunia diharapkan mampu menggerakkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendesak gencatan senjata antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Rusia kirim 27 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza
Baca juga: Salah memohon agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuki Gaza

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Tunggul Susilo
Copyright © ANTARA 2023