Ramallah, Palestina (ANTARA News) - Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah mengajukan pengunduran dirinya kepada Presiden Mahmud Abbas pada Kamis, hanya berselang dua pekan sejak menduduki jabatannya, sumber pejabat tinggi mengatakan kepada AFP.

Hamdallah "menyampaikan surat pengunduran diri kepada presiden sesudah pertentangan dengan dua wakilnya," kata pejabat itu yang tidak bersedia disebut namanya.

Sumber pemerintah yang lain membenarkan pengajuan mundur Hamdallah dan menyebutnya sebagai "perebutan kekuasaan".

Masih belum jelas apakah Abbas akan menerima pengunduran diri dari akademisi yang dihormati itu yang baru ditunjuk menjadi PM pada 2 Juni setelah pengunduran diri mantan PM Salam Fayyad.

Pemerintah baru di bawah kepemimpinan Hamdallah diangkat sumpah pada 6 Juni, termasuk dua orang deputi PM, yaitu Ziad Abu Amr dan Mohammed Mustafa.

Saat menerima tugasnya, Hamdallah berjanji bahwa pemerintahannya akan memerintah untuk "masa transisi" sampai pemerintahan fasi Fatah dari Abbas dan gerakan Hamas terbentuk di Jalur Gaza.

Fayyad sendiri mengundurkan diri pada pertengahan April setelah mengalami hubungan yang sulit selama berbulan-bulan dengan Abbas yang mengalami krisis atas pengunduran diri Menteri Keuangan Nabil Qassis yang diterima oleh PM tetapi ditolak presiden.

Mustafa, kepala Dana Modal Palestina kemungkinan akan ditunjuk sebagai pengganti Fayyad.

(M007/H-AK)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013