Bandung (ANTARA) - Pelatih Selandia Baru Martin Bullock menilai kemasukan gol pertama menjadi pangkal kekalahan timnya dengan skor 0-4 dari Meksiko, pada pertandingan Grup F Piala Dunia U-17 2023 yang dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu.

Hampir sepanjang babak pertama, Selandia Baru mampu menahan gempuran-gempuran yang dilancarkan kubu Meksiko, sambil sesekali balas mengancam. Malapetaka baru terjadi pada menit ke-42 saat Fidel Barajas mengemas gol pembukaan.

Setelah itu gol demi gol bersarang ke gawang tim berjuluk All Whites tersebut, yang dibukukan oleh Adrian Fernandez De Lara (47’), Stephano Carrillo (54’), dan eksekusi penalti Carrillo (66’).

Baca juga: Pertandingan Selandia Baru kontra Meksiko ditunda karena hujan

“Jika kami dapat mempertahankan tidak kemasukan saat turun minum, itu akan memberi kepercayaan diri kepada kami. Tentu itu akan memberi suntikan kepercayaan diri yang besar kepada kami, namun sayangnya itu tidak terjadi,” kata Bullock saat ditemui di mixed zone seusai pertandingan.

Bullock pun mengakui keunggulan kualitas Meksiko yang masih berada di atas tim asuhannya.

“Meksiko memenangi kompetisi ini sebanyak dua kali. Mereka selalu berada di kompetisi ini. Tingkat sepak bola mereka tinggi,” ujar pria 48 tahun itu.

Sebagian pemain Selandia Baru bermain di luar negeri, seperti kapten Marley Leuluai (Burnley) dan Adam Watson (Stoke City U-18), Bullock yang juga merupakan mantan pesepak bola profesional Inggris menilai hal itu akan sangat membantu perkembangan sepak bola Selandia Baru.

Baca juga: Pelatih Meksiko Raul Chabrand nilai kekuatan timmya adalah persatuan

“Kami memiliki beberapa pemain yang bermain di luar negeri, ada pula yang di Selandia Baru. Jika mereka bisa mendapatkan lingkungan terbaik untuk memberi mereka peluang agar dapat menjadi pemain yang hebat, itu akan sangat bagus,” yakin Bullock.

Bullock juga bersyukur dengan semua sambutan yang ia terima di Indonesia. Dalam pandangannya, masyarakat Indonesia telah memberi semua kebutuhan yang diperlukan timnya selama mengikuti turnamen dwitahunan itu.

“Terdapat beberapa pengalaman berbeda untuk Selandia Baru, ini adalah negara yang sangat berbeda, kebudayaan yang berbeda, yang mana itu adalah hal yang bagus karena membantu para pemain untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bukan hanya pesepak bola yang lebih baik, namun pria dan manusia yang lebih baik,” pungkasnya.

Baca juga: Indonesia gagal ke 16 besar seusai Meksiko tekuk Selandia Baru 4-0
Baca juga: Jerman pastikan tiket 16 besar setelah tundukkan Selandia Baru 3-1


Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2023