London (ANTARA News) - Harga minyak naik pada Jumat, didorong oleh kekhawatiran seputar pasokan minyak mentah dampak dari gejolak di Mesir yang telah merenggut nyawa hampir 600 orang.

Investor mengamati dengan seksama apakah kerusuhan terbaru di Mesir akan meningkat dan mempengaruhi stabilitas di negara tetangga dan kawasan Timur Tengah yang kaya minyak.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 43 sen menjadi 110,01 dolar per barel dalam transaksi tengah hari London.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan September naik 26 sen menjadi 107,59 dolar per barel.

"Harga minyak naik ...di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya kekerasan di Mesir bisa berdampak pada pengiriman minyak di sepanjang Terusan Suez atau menyebar di seluruh Timur Tengah, dimana pasokan sudah menghadapi hambatan," kata Lee Chen Hoay, analis investasi di Phillip Futures.

Michael McCarthy, kepala strategi pasar pada CMC Markets di Sydney, mengatakan bahwa harga minyak sudah termasuk "premi risiko" karena investor sudah terbiasa dengan ancaman konstan dari gangguan pasokan di Timur Tengah.

Pedagang khawatir bahwa kerusuhan bisa menghambat pengiriman minyak mentah melalui Terusan Suez dan Sumed Pipeline, yang menyediakan link antara Eropa dan produsen minyak di kawasan Teluk.

Meskipun Mesir bukan produsen minyak utama, Terusan Suez membawa sekitar 2,5 juta barel per hari, sekitar 2,7 persen dari pasokan global, demikian AFP melaporkan.

(SYS/S004)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013