Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyerahkan bantuan logistik dan perahu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Kepala BPBD Kalsel Raden Suria Fadliansyah menyerahkan bantuan untuk warga terdampak banjir di Posko Induk Penanganan Banjir Kabupaten HSU.

"Gubernur Kalsel selalu mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman banjir dan bencana alam. Salah satunya tanggap dan cepat dalam memberikan bantuan ," kata Suria saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu.

Baca juga: Sebanyak 4.663 rumah di Hulu Sungai Utara Kalsel terdampak banjir

Dikatakan Suria, bantuan logistik tersebut merupakan bantuan lanjutan yang diserahkan Pemprov Kalsel melalui BPBD Kabupaten HSU.

Selain bantuan logistik, kata Suria, Pemprov Kalsel juga menyalurkan bantuan salep antikutu air dari UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Kalsel.

Suria didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi M dan Kabid Kedaruratan dan Logistik Pormadi serta Kepala BPBD Kabupaten HSU Samrani saat penyerahan bantuan bagi warga terdampak banjir tersebut.

Suria meninjau secara langsung lokasi banjir di sejumlah desa di Kabupaten HSU, antara lain Desa Sungai Turak dan Desa Kuangan Kecamatan Amuntai Utara.

Kepala BPBD Kabupaten Hulu Sungai Utara Samrani mengapresiasi respons cepat Pemprov Kalsel membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten HSU.

Baca juga: 27.652 warga di HSU terdampak banjir

Sebagian besar desa di Kabupaten HSU, lanjutnya, saat ini terdampak banjir seiring peningkatan intensitas hujan selama sepekan terakhir.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selama ini melakukan mitigasi dan penanganan bencana," ucap Samrani.

Sementara itu, BPBD Kalsel juga meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi ancaman bencana banjir, angin puting beliung dan longsor di Kalimantan Selatan.

Salah satu langkah antisipasi Pemprov Kalsel menambah puluhan early warning system (EWS) atau alat peringatan dini bencana pada berbagai lokasi rawan bencana banjir. EWS berfungsi untuk memberitahukan akan timbulnya kejadian alam berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi mengatakan 34 EWS dipasang di titik rawan bencana, seperti Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Banjar, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

“EWS disebar pada 32 desa dan 10 kecamatan di Kalimantan Selatan,” ucap Bambang.

Wilayah tersebut meliputi dua unit di Hulu Sungai Tengah, Tabalong dan Balangan, empat unit di Kabupaten Banjar, dan tiga unit di Hulu Sungai Utara dan Kotabaru, lima unit di Tapin, satu unit di Hulu Sungai Selatan, dan enam unit di Tanah Bumbu, serta tujuh unit di Tanah Laut.

BPBD Kalsel juga memaksimalkan fungsi peringatan dini untuk mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.

Baca juga: Banjir berdampak pada 21.533 rumah warga di Hulu Sungai Utara

Baca juga: Banjir landa Hulu Sungai Utara, 23 sekolah diliburkan


“BPBD Kalsel menerapkan pemberitahuan berjenjang peringatan dini bencana mulai BPBD Kabupaten Kota, kemudian diteruskan ke tingkat kecamatan, hingga tingkat desa/kelurahan,” kata Bambang.

Bambang mengungkapkan BPBD Kalsel juga mencocokkan data kebencanaan untuk membangun kesiapsiagaan bencana.

“Dengan data yang valid dan update, akan mempercepat langkah dan regulasi penanganan bencana di lapangan, sehingga dampak akan bencana alam dapat diminimalisasi,” katanya.

Pewarta: Imam Hanafi/latif
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2024