Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso, mengharapkan munculnya atlet muda potensial dari setiap turnamen di dalam negeri, termasuk dalam kejuaraan bulutangkis Pertamina Open II di GOR Asia Afrika, Gelora Bung Karno Senayan yang dimulai Senin hingga Sabtu (10/1) mendatang.

"Melalui kejuaraan seperti ini, merupakan sarana untuk memantau hasil pembinaan. Kejuaraan ini sejalan dengan program PB PBSI yang ingin memperbanyak turnamen
berkualitas untuk mencari bibit baru, yang nanti mampu mencetak prestasi di tingkat dunia," kata Djoko, pada acara pembukaan kejuaraan bulutangkis itu.

Selain bisa memunculkan bibit baru, menurut Djoko, kejuaraan itu juga bermanfaat dalam memasyarakatkan olahraga bulutangkis di tahan air.

"Kejuaraan ini harus dimulai dengan semangat kebangsaan dan kebersamaan. Untuk bisa mencapai prestasi diperlukan disiplin dan menjaga semangat nasionalisme," papar Djoko, yang juga Panglima TNI tersebut.

Sementara itu Direktur utama Pertamina, Ari Soemarno, mengatakan bahwa Pertamina memiliki kepedulian terhadap perkembangan prestasi atlet di Indonesia, baik sebagai sponsor kejuaraan maupun dalam hal pembinaan atlet muda dimasa mendatang.

"Saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan pihak manajemen Pertamina. Kami sangat komitmen ingin mengangkat prestasi atlet bulutangkis, baik melalui kejuaraan maupun melalui pembinaan. Kami menyadari bulutangkis adalah cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia," katanya.

Pertamina Open II diikuti seribu atlet dengan mempertandingkan enam kategori, tunggal remaja putra dan putri, tunggal taruna putra dan putri, ganda taruna putra dan putri, tunggal dewasa putra dan putri, ganda dewasa putra dan putri, ganda veteran total usia 90 tahun dan ganda veteran usia 100 tahun (khusus karyawan).

Kejuaraan berhadiah total Rp 200 juta ini diselenggarakan dalam rangkaian HUT ke-51 Pertamina yang jatuh pada 10 Desember lalu, Lebih lanjut Djoko juga merespon baik rencana Pertamina yang akan mendirikan klub bulutangkis.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009