Kekeringan ancam 1.217 hektare tanaman padi di Bekasi

Kekeringan ancam 1.217 hektare tanaman padi di Bekasi

Seorang warga melintas di areal sawah yang kering di daerah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (26/8). Akibat cuaca yang panas dalam beberapa minggu ini kawasan persawahan di pantai utara tersebut mengalami kekeringan akibatnya petani gagal tanam. (ANTARA FOTO/Lucky.R)

Cuaca yang panas membuat sejumlah padi berumur rata-rata 60 hari mati karena kekeringan."
Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat sekitar 1.217 hektare tanaman padi di wilayah itu terancam gagal panen akibat kekeringan pada musim kemarau ini. 

"Cuaca yang panas membuat sejumlah padi berumur rata-rata 60 hari mati karena kekeringan," kata Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi, Ade Winata, di Cikarang, Jumat.

Menurut dia, sekitar 60 persen lahan pertanian yang akan memasuki masa panen juga ikut terancam mati.

"Kekeringan yang terjadi belakangan ini sangat berdampak pada pertanian, bukan hanya lahan yang menjadi kering tapi juga bisa menggagalkan panen," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut salah satunya dialami petani di Kecamatan Karangbahagia, Cibitung, Tambun Utara, Babelan, Sukatani dan Tambelang. Dari total ribuan hektare tanaman padi yang terancam gagal panen, kata dia, 1.008 hektare di antaranya terancam kekeringan.

"Untuk kekeringan kategori ringan sebanyak 174 hektare, dan kekeringan katagori sedang sebanyak 35 hektare," katanya.

Dia memprediksi, kekeringan yang terjadi saat ini akan berlangsung hingga Desember 2013 mendatang.

"Untuk mencegah meluasnya gagal panen karena kekeringan, kami sudah berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II agar saluran air dibuka untuk mengaliri persawahan khususnya yang kekeringan," katanya.

Dengan strategi itu, kata dia, diyakini potensi kekeringan dapat ditekan secara maksimal.

Dia juga mengimbau petani sebisa mungkin melakukan masa tanam secara serempak untuk menghindari gagal panen. (AFR/Z002)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar