Legislator sayangkan calon dubes tak bisa bahasa Arab

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI Husnan Bey Fananie menyayangkan calon duta besar  untuk negara-negara Timur Tengah yang tak bisa berbahasa Arab dan tidak mengerti kultur Timur Tengah.

"Saat salah satu calon duta besar yang akan ditempatkan di Timur Tengah, saat ditanya dengan bahasa Arab, tak bisa menjawab. Calon tersebut juga terlihat tidak memahami karakter masyarakat Arab dan sekitarnya. Kalau ditempatkan di sana, bagaimana nanti?" kata Husnan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Tak hanya itu saja, kata Husnan, beberapa calon duta besar Indonesia untuk negara-negara di Eropa yang tidak memahami negara yang akan menjadi tempatnya nanti.

"Bahasa Inggris-nya lumayan. Tapi, jawaban yang diberikan tidak nyambung dengan hal yang ditanyakan," kata mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk Eropa itu.
 
Komisi I DPR RI melakukan wawancara terhadap 22 orang calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat. Kemarin, Komisi I DPR RI telah mewawancarai Ito Sumardi (Myanmar), Linggawaty Hakim (Swiss), Raudin Anwar (Libya), Johny Lumintang (Filipina), Moenir Ari Soenanda (Peru), Yuli Mumpuni (Spanyol), Irmawan Emir Wisnandar (Laos), Diar Nurbiantoro (Rumania), Sugeng Rajardjo (China dan Mongolia), dan Burhanuddin (Sudan dan Eritrea).

Komisi I DPR RI hari ini akan mewawancarai Yusron Ihza Mahendra (Jepang), Yuono A Putranto (Norwegia), Jose Antonio Morato Tavares (Selandia Baru dan Tango), Fauzi Bowo (Jerman), Pitono Purnomo (Kamboja), Gary Rachman Makmun Jusuf (Fiji), Nurul Qomar (Brune Darussalam), Abdurachman M Fachir (Saudi Arabia), Mulyana Wirana (Portugal), Budi Bowo Leksono (Amerika Serikat), Suprapto Martosetomo (Afrika Selatan, Lesotho, dan Swaziland), dan Rahmat Pramono (ASEAN).

Pewarta: Zul Sikumbang
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar