Jakarta (ANTARA) - Bulan Ramadhan sebentar lagi akan dijalankan oleh kaum muslim untuk berpuasa, namun dalam menjalaninya banyak tantangan yang harus dihadapi beberapa diantaranya adalah teriknya matahari yang menyebabkan cuaca menjadi amat panas serta emosi yang tiba-tiba muncul.

Emosi ini ternyata bukan tanpa sebab, seorang pakar perilaku nafsu makan sekaligus profesor psikologi di Reed College, Paul Currie dalam keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (28/2) mengatakan perut kosong bisa menyebabkan kadar gula darah menurun sehingga memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang menyebabkan seseorang menjadi lebih emosional. 

Selain itu godaan makan makanan berminyak dan minuman manis, seperti gorengan, hingga minuman yang dingin dan manis yang kerap disantap sebagai hidangan berbuka. Padahal jika dikonsumsi secara berlebih, akan menimbulkan gejala panas dalam, radang tenggorokan hingga masalah pencernaan.

Baca juga: Tips sehat agar anak tetap kuat selama berpuasa

Dengan adanya aneka tantangan itu, Paul memberikan tiga kiat yang bisa dilakukan masyarakat untuk melawan cuaca panas. Pertama yaitu melawan hati yang panas yang dapat dilakukan lewat berolahraga ringan untuk menjaga stabilitas emosi dan memicu tubuh jadi lebih segar.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengelola hati yang panas adalah melalui ibadah seperti membaca Al-Qur'an, sholat atau berzikir yang mana sesuai dengan anjuran para ulama.

Kedua, cara untuk melawan cuaca panas, anda dapat menggunakan pakaian berbahan katun yang lembut dan cepat menyerap keringat, serta hindari sinar matahari secara langsung. Jika diharuskan beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa pakai topi agar tidak terkena langsung paparan matahari.

Baca juga: Tiga kiat agar Ramadhan tetap bugar dan seru

Kiat selanjutnya berkaitan dengan panas dalam. Guna mengatasi hal tersebut, konsumsi makanan selama bulan puasa harus lebih diperhatikan dari konsumsi hari-hari biasanya. Misal untuk sahur, sebaiknya mengonsumsi makanan yang tergolong karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal serta makanan dengan protein tinggi seperti telur maupun dada ayam.

Kemudian sayur, buah-buahan dan mengonsumsi air putih sebanyak dua gelas agar gizi terpenuhi dan membuat tubuh kenyang lebih lama.

“Sementara untuk menu berbuka dianjurkan membuka dengan minum segelas air putih dan kurma yang mengandung serat dan gula alami, sehingga dapat mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa, baru setelahnya dilanjutkan dengan makanan yang lebih berat,” begitu saran dia.

Baca juga: Aerobik dinilai bisa menjaga kebugaran tubuh saat mudik Lebaran

Baca juga: Konsumsi buah kaya air membantu kebutuhan cairan terpenuhi saat puasa

Baca juga: Kiat tetap bugar saat menunaikan ibadah puasa


Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024