Program EKI desa wisata akan mengembangkan dan mengoptimalkan potensi desa wisata termasuk potensi fisik, alam, manusia, sosial dan finansial dengan didukung ketersediaan dan pemanfaatan produk atau layanan keuangan
Medan (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut menyatakan bahwa Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumut menargetkan ada dua desa wisata tambahan yang masuk dalam program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di wilayahnya pada 2024.

  "Salah satunya adalah Desa Denai Sarang Burung di Kabupaten Deli Serdang," ujar Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sumut Wan Nuzul Fachri di Medan, Rabu.

  Jika berjalan sesuai rencana, maka nantinya ada sembilan desa wisata EKI lantaran tujuh desa di Sumut sudah dilibatkan di dalamnya sejak 2023.

  Adapun desa-desa itu adalah Desa Timbang Jaya di Kabupaten Langkat, Desa Lolo Golu di Kabupaten Nias Barat, Desa Sidodadi dan Desa Pematang Johar di Kabupaten Deli Serdang, Desa Budaya Lingga di Kabupaten Karo, Desa Karang Anyar di Kabupaten Simalungun dan Desa Lumban Bulbul di Kabupaten Toba.

  "Program EKI desa wisata akan mengembangkan dan mengoptimalkan potensi desa wisata termasuk potensi fisik, alam, manusia, sosial dan finansial dengan didukung ketersediaan dan pemanfaatan produk atau layanan keuangan," kata Wan Nuzul.

  Dia menegaskan, OJK bersama TPAKD terus memastikan keterjangkauan layanan keuangan inklusif kepada penduduk dan pelaku UMKM di semua desa wisata EKI.

  Wan Nuzul memastikan pula pelatihan dan pendampingan pun terus dilakukan berkala, termasuk tentang manajemen keuangan, demi memaksimalkan potensi pendapatan dan memastikan keberlanjutan usaha masyarakat desa.

  Selain itu, TPAKD memfasilitasi pemanfaatan teknologi digital untuk peningkatan transaksi keuangan di desa-desa wisata EKI tersebut.

  Selain itu, desa EKI juga diberikan akses terhadap kredit usaha. Pada Januari-September 2023, OJK Sumut menyatakan bahwa tujuh desa wisata EKI mendapatkan total kredit Rp10,9 miliar yang diberikan kepada 1.321 debitur.

  Pada periode yang sama pula, ada 84.842 rekening pelajar di tujuh desa wisata itu dengan jumlah tabungan Rp8,6 miliar.

Baca juga: OJK: IKNB Sumut bertumbuh dengan piutang Rp21,87 triliun

Baca juga: OJK sebut perbankan Sumut kokoh dengan likuiditas memadai

 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024