Didiet Maulana: Kain Ikat bentuk komitmen saya

Didiet Maulana: Kain Ikat bentuk komitmen saya

Lurik dari tenun ikat yang biasanya digunakan sebagai kain dalam acara-acara formil, kini dapat digunakan dengan lebih kasual dan modern melalui rancangan Didiet Maulana untuk Ikat Indonesia. (ANTARA News/Maria Rosari)

Juga membantu kehidupan pengrajin"
Jakarta (ANTARA News) - Perancang Indonesia, Didiet Maulana, mengaku dirinya terjun ke dunia desain dengan mengekplorasi kain asli Indonesia, dan tenun ikat merupakan bentuk komitmen totalnya terhadap budaya negeri sendiri.

"Terjun dan menggunakan bahan tradisional merupakan bentuk komitmen saya," kata Didiet saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Komitmen total tersebut, kata Didiet, lahir karena efek sistemik yang dihasilkan seorang perancang yang menggunakan bahan tradisional. Dia menyebutkan bahwa merancang dengan bahan tradisional seperti batik atau tenun bukan hanya berefek komersil untuk dirinya saja.

"Ada banyak harkat ekonomi yang diangkat," katanya.

Selain mempromosikan produk sebagai dirinya sendiri, penggunaan bahan tradisional pada rancangan pakaian juga merupakan jalan untuk mengenalkan budaya Indonesia baik kepada warga Indonesia sendiri maupun dunia internasional.

"Juga membantu kehidupan pengrajin," katanya.

Didiet berharap dengan banyaknya warga Indonesia yang mulai mengenal dan menggunakan tenun ikat bukan hanya fenomena sementara saja. "Saya berharap setelah dipakai, jangan pernah ditinggalkan," katanya.

Dia juga menyebutkan bahwa tenun ikat di Indonesia memiliki banyak jenis karena tenun ikat sebenarnya bentuk dari teknik pengerjaan.

"Outputnya saja yang beda. Ada yang jadi songket," katanya.

Pewarta: Deny Yuliansari
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Melestarikan budaya Melayu Riau lewat tenun songket Siak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar