Wisman masuk ke negara kita nomor satu adalah Malaysia. Memang karena rute AirAsia ini banyak menghubungkan Indonesia dengan Malaysia
Jakarta (ANTARA) - Head of Government Relations and Corporate Communication Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2023 didominasi wisman asal Malaysia.
“(Wisman) Masuk ke negara kita nomor satu adalah Malaysia. Memang karena rute AirAsia ini banyak menghubungkan Indonesia dengan Malaysia,” ujar Eddy saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Dirinya menuturkan hingga kini, maskapai berbiaya rendah ini telah memiliki lima rute penerbangan langsung dari beberapa kawasan Malaysia menuju Jakarta, di antaranya Jakarta- Kuala Lumpur, Jakarta-Johor Bahru, Jakarta-Penang, Jakarta-Kuching dan Jakarta-Kota Kinabalu.
Lewat rute yang dibuka di negara tetangga itu diharapkan mampu mendongkrak capaian kunjungan wisman menuju Indonesia, terlebih Indonesia AirAsia berfokus pada kunjungan wisman lewat rute internasional sebanyak 60 persen serta 40 persen rute domestik.
Baca juga: Jelang mudik, AirAsia ingatkan ketentuan bagasi maksimal 7kg per orang
Baca juga: Penerbangan Almaty-Kuala Lumpur diharapkan berdampak untuk wisata RI
Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebanyak 1.901.242 wisman asal Negeri Jiran telah berkunjung ke Indonesia pada periode Januari hingga Desember 2023.
Menempati posisi kedua, yakni wisman asal Australia tercatat sebanyak 1.431.177 wisatawan disusul peringkat ketiga yakni Singapura sebanyak 1.414.447 wisatawan pada periode yang sama.
Hal itu berkaca pada capaian 2019 dengan mengoperasikan sebanyak 28 pesawat, Indonesia AirAsia mampu mencatatkan capaian penumpang sebanyak 8,1 juta.
"Karena tahun 2019 pada posisi penerbangan kita 28 pesawat itu kita mencatatkan penumpang yang kita angkut sekitar 8,1 juta," pungkasnya.
Baca juga: Indonesia AirAsia menyiapkan 350.000 kursi selama periode Lebaran 2024
Baca juga: AirAsia: Thailand destinasi favorit bagi wisatawan untuk berlibur
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.