Satu rumah yang terbakar tersebut terbuat dari papan. Saat kebakaran, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal mudik oleh pemiliknya
Mukomuko (ANTARA) -
Satu unit rumah di wilayah Desa Sibak, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hangus terbakar saat ditinggal mudik oleh pemiliknya pada Sabtu dini hari sekira pukul 01.00 WIB.
 
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mukomuko Ramdani di Mukomuko, Sabtu, mengatakan satu unit rumah yang hangus terbakar tersebut milik Ali Mardani (37) warga Desa Sibak, Kecamatan Ipuh.

Baca juga: Ford tarik 43.000 SUV karena kebocoran bensin dapat sebabkan kebakaran
 
"Satu rumah yang terbakar tersebut terbuat dari papan. Saat kebakaran, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal mudik oleh pemiliknya," katanya.
 
Ia mengatakan, kebakaran yang menghanguskan satu rumah warga desa yang berada sejauh 100 kilometer dari ibu kota kabupaten tersebut diduga berasal dari korsleting listrik atau arus pendek listrik.
 
Akibat kejadian tersebut, barang-barang yang hangus terbakar dua unit sepeda motor, sepeda listrik, mesin mobil Carry sedang rusak, dua kulkas dan beberapa tabung gas.
 
Ia memperkirakan, korban kebakaran rumah ini mengalami kerugian mencapai sekitar Rp300 juta dihitung dari bangunan rumah serta beberapa kendaraan yang hangus terbakar pada malam itu.

Baca juga: Dua orang WNI meninggal dalam insiden kebakaran di Hong Kong
 
Ia mengatakan, pihaknya terlambat menyelamatkan bangunan rumah tersebut karena saat petugas pemadam kebakaran sampai di sana kondisi bangunan rumah sudah habis terbakar, karena kejadiannya tengah malam jam 01.00 WIB.
 
Ia menyebutkan, ada tiga petugas pemadam kebakaran yang siaga di wilayah Kecamatan Ipuh yang ditugaskan ke lokasi kebakaran hingga tengah malam, yakni Helyan Candra, Feri Irfan, dan Septian Saputra.
 
Sementara itu, Kades Sibak Maswari mengatakan, saat kebakaran, rumah warganya itu dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya pergi mudik ke rumah mertuanya di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto.
 
Ia mengatakan, pemilik rumah ini sehari-hari bekerja atau berprofesi sebagai toke sawit atau pedagang pengumbul tandan buah segar kalapa sawit, dan korban kebakaran juga ada sedikit usaha jualan berbagai bahan pokok.

Baca juga: KJRI Hong Kong berkoordinasi tangani korban kebakaran gedung Wang Fung
 

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024