Bellaetrix putus rangkaian buruk tunggal putri

Bellaetrix putus rangkaian buruk tunggal putri

Bellaetrix Manuputty (arsip/ANTARA/Yusran Uccang)

Naypyitaw (ANTARA News) - Bellaetrix Manuputty memutus rangkaian buruk prestasi tunggal putri setelah meraih medali emas SEA Games 2013 di Wunna Theikdi Indoor Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Sabtu.

Pemain yang bukan merupakan unggulan pada kejuaraan olah raga terbesar di Asia Tenggara ini mampu mengandaskan unggulan kedua asal Thailand, Busanan Ongbumrungpan dengan skor 2-1 (9-21, 21-13, 21-13).

"Ini adalah kado spesial buat keluarga," kata Bellaetrix Manuputty dengan gemetaran.

Menurut dia, perjuangan untuk meraih medali emas ini memang cukup berat karena selain menghadapi lawan yang kuat juga berhadapan dengan rasa takut sejak sebelum pertandingan.

"Di set pertama saya takut duluan. Sampai pelatih bilang main terserah. Akhirnya saya bisa mengatasi rasa takut itu dengan bermain lepas," katanya menambahkan.

Di set pertama, gadis kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1988 bermain dalam tekanan. Smes-smes yang dilakukan mudah dipatahkan oleh lawan.

Berbeda dengan sebaliknya. Pemain asal Thailand itu bermain dengan taktis namun efektif dalam mengumpulkan poin.

Memasuki set kedua, gadis yang saat ini dekat dengan pemain tunggal putra Hayom Rumbaka ini bermain lebih tenang.

Ketenangan itu akhirnya membuahkan hasil dengan menang diset kedua 21-13.

Lawan yang mendapat dukungan penuh dari suporter nyaris membuat gadis 25 tahun itu lengah.

Namun, berkat ketenangan yang dimiliki akhirnya mampu mengakhiri set ketiga dengan skor 21-13.

Bellaetrix Manuputty-pun langsung jongkok di lapangan untuk merayakan kemenangan yang sudah lama dinantikan bagi dirinya maupun pemain tunggal putri lainnya.

Tunggal putri Indonesia terakhir meraih emas pada SEA Games 2007 di Thailand lewat Maria Kristin.

"Ini adalah kemenangan di luar dugaan," kata atlet yang akan merayakan akhir tahun bersama keluarga itu.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Cerita Greysia Polii "pecah telor" medali emas setelah 14 tahun

Komentar