Madrid (ANTARA News) - Neymar mencetak dua gol saat Barcelona menang 2-1 atas Villarreal untuk unggul tiga angka di puncak klasemen Liga Spanyol, ketika Real Madrid ditahan imbang 2-2 di markas Osasuna setelah Sergio Ramos diusir keluar lapangan.

Penyerang Brazil Neymar, yang mencetak trigol saat timnya menang 6-1 atas Celtic di Liga Champions pada tengah pekan, mencetak gol penalti pada babak pertama dan kemudian membawa Barca kembali unggul setelah tandukan Mateo Musacchio membuat tim tamu menyamakan kedudukan pada awal babak kedua.

Klub Katalan ini sekarang mengoleksi 43 angka, tiga angka lebih banyak dari Atletico Madrid yang menjamu Valencia pada Minggu, dan lima angka atas rival abadinya Real Madrid yang mampu bangkit dari tertinggal dua gol untuk mendapatkan hasil seri setelah harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-44.

Dua tandukan di babak pertama dari Oriol Riera membuat Osasuna unggul namun Isco mampu membalas satu gol sebelum turun minum, dan sundulan Pepe mengamankan hasil imbang setelah tuan rumah harus kehilangan Francisco Silva pada menit ke-79.

Pelatih Barca Gerardo Martinez merotasi timnya dan Alex Song, yang menggantikan Xavi, hanya beberapa centimeter dari memecah kebuntuan saat melawan Villarreal ketika pertandingan baru berlangsung beberapa menit namun tembakan volinya dari sudut sempit membentur mistar gawang.

Villarreal tampil memukau pada musim ini saat menyerang namun, akibat mereka kehilangan dua pemain kunci yakni Bruno Soriano dan Cani, mereka memilih untuk tampil dengan formasi bertahan dengan hanya meninggalkan Giovani dos Santos di lini depan.

Tuan rumah kesulitan untuk memecah pertahanan itu namun terbantu dengan penalti akibat handball Mario Perez. Neymar, yang mulai sering mencetak gol dan mampu mengisi absennya Lionel Messi yang cedera, mampu mengecoh kiper Sergio Asenjo saat mengeksekusi penalti.

Villarreal terpaksa bermain terbuka untuk mencari gol penyama kedudukan dan Musachio menaklukkan pertahanan Barca, ketika ia menyundul bola dari tendangan sudut setelah babak kedua dimulai.

Cesc Fabregas gagal memanfaatkan peluang bagus sebelum Alexis Sanchez mematahkan perangkap offside dan memberi umpan kepada Neymar yang mencetak gol dari jarak dekat. Neymar hanya terpaut beberapa centimeter dari mendapatkan trigol keduanya secara beruntun pada masa tambahan waktu melalui tembakan yang menyerempet mistar gawang.

Martino gembira

"Penampilan ini membuat saya sangat gembira sebab ini menindak lanjuti penampilan bagus melawan Cartagena (menang 4-1 di Piala Raja) dan Celtic, dan kami menghadapi tim Villarreal yang kuat," kata pelatih Barca Gerardo Martino pada konferensi pers.

"Kami berada dalam laju yang bagus namun saya selalu berpikir kami mampu berkembang. Ini tidak mudah bagi kami dan bukan hal buruk sebab itu adalah sesuatu yang dapat Anda ambil pelajaran dari hal itu."

"Villarreal tahu bagaimana untuk menunggu dan menyerang area-area, sedangkan pada fase akhir pertandingan mereka mampu menekan kami."

"Kemenangan seperti itu memberi kepercayaan diri kepada para pemain dan hal menyedihkannya, libur (Natal) segera datang."

Real terlihat siap untuk menjaga peluang terus memberi tekanan kepada sang pemuncak klasemen, ketika pasukan Carlo Ancelotti memulai pertandingan dengan percaya diri, setelah memenangi lima pertandingan terakhir mereka di liga, mencetak 24 gol, namun mereka justru harus kemasukan dua gol di babak pertama yang dibukukan Oriol Riera.

Sergio Ramos, yang disiplinnya dipertanyakan, baru kembali dari skors namun ia kembali mendapat kartu merah pada menit ke-43. Tetapi meski Real kalah jumlah pemain, Isco mampu memperkecil ketinggalan timnya menjelang turun minum untuk memberi harapan pada tim tamu.

Bale yang tidak efektif dtarik keluar lapangan 10 menit babak kedua bergulir, ketika mereka mencari gol penyama kedudukan yang tiba-tiba datang dari tandukan Pepe setelah Osasuna juga harus tampil dengan 10 pemain akibat Francisco Silva diusir keluar lapangan pada menit ke-79.

Bale, yang dibeli dengan biaya 100 juta euro, mencetak trigol pada pertandingan liga terakhirnya melawan Valladolid namun ia tidak mampu memberi dampak saat melawan Osasuna yang juga meraih hasil imbang saat menghadapi Barcelona pada awal musim.

Respon bagus

"Dua puluh menit menit pertama sangat bagus dan itu menakjubkan karena kami tertinggal 0-2 dan hanya memiliki 10 pemain," kata Ancelotti pada konferensi pers. "Kami meresponnya dengan bagus namun kami banyak menderita."

"Kami memperlihatkan kualitas dan ritme dan kami kehilangan kendali setelah gol pertama, namun kami memperlihatkan karakter dan sikap yang tepat untuk berjuang kembali."

Real memainkan bola dengan kecepatan dan kepercayaan diri pada awal pertandingan melawan Osasuna untuk mendapat peluang terlebih dahulu melalui Cristiano Ronaldo, yang tembakannya melebar, dan penyerang Karim Benzema.

Maka merupakan kejutan ketika Osasuna unggul saat Riera berada dalam posisi tidak terkawal untuk menanduk umpan silang Marc Bertran.

Gol itu membangkitkan semangat Real dan mereka kembali gagal untuk meresponnya dengan baik ketika Damia Abella melepaskan tandukan yang dapat ditahan kiper Diego Lopez, namun Riera mampu menyambar bola pantul.

Situasi bertambah buruk ketika Ramos mendapatkan kartu kuning kedua akibat pelanggarannya terhadap Roberto Torres.

Isco memperkecil ketinggalan Real, melalui sepakan dari tepi kotak penalti.

Bale kemudian digantikan Angel Di Maria setelah turun minum, dan kelihatannya Osasuna yang akan kembali mencetak gol.

Bagaimanapun, irama pertandingan berubah, ketika Silva dikartu merah akibat pelanggarannya terhadap Ronaldo dan tendangan bebas Isco dapat ditanduk sempurna oleh Pepe.

(Uu.H-RF/A016)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013