London (ANTARA News) - Penyerang Prancis Nicolas Anelka sepakat untuk tidak menampilkan salam kontroversial "quenelle" yang dikaitkan dengan gerakan anti-Semit, demikian diumumkan klubnya West Bromwich Albion pada Senin.

Anelka (34), memicu badai di media pada Sabtu ketika ia merayakan gol pertama dari dua golnya saat timnya bermain imbang 3-3 di markas West Ham United, dengan meletakkan satu lengannya melintangi dada dan satu tangannya lainnya terbentang lurus.

Sikap tubuh itu, yang dipopulerkan oleh komedian prancis Dieudonne, disebut oleh sebagian orang sebagai salam Nazi yang dibalik, namun Anelka menegaskan hal itu hanya merupakan "dedikasi" kepada sang komedian.

Bagaimanapun, di saat FA meluncurkan penyelidikan terhadap masalah ini, West Brom meminta Anelka untuk tidak lagi mengulang salam seperti itu.

"Saat melapor untuk latihan pagi (Senin) ini, Nicolas ditanyai oleh direktur olahraga dan teknik Richard Garlick untuk mendapat penjelasan lengkap mengenai perayaan golnya, di mana ia kembali membantah dengan kuat bahwa dirinya berniat melakukan pelecehan," demikian bunyi pernyataan yang dirilis di situs resmi klub yang dilansir AFP.

"Klub sangat memahami bahwa perayaan gol Nicola telah menimbulkan pelecehan pada sebagian pihak, dan meminta Nicolas untuk tidak lagi menampilkan sikap tubuh seperti itu. Nicolas segera sepakat untuk memenuhi permintaan ini."

(Uu.H-RF/D011)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013